RISKS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan ringan, sedang, hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Kamis (27/8).
Prakirawan BMKG Masayu F menerangkan bahwa secara umum daerah konvergensi memanjang di wilayah Sumatera Barat, Bengkulu, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara.
Kemudian Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua, dan Papua Pegunungan. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.
Oleh karena itu, BMKG memprakirakan sejumlah kota besar berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang pada hari ini. Kota-kota tersebut antara lain wilayah Medan, Pekanbaru, dan Tanjung Selor.
Sementara itu, sejumlah kota besar lainnya diprediksi mengalami hujan ringan, yaitu wilayah Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Bandar Lampung, Serang, Bandung, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya.
Adapun kota besar yang diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini meliputi wilayah Banda Aceh, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Samarinda, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, dan Manokwari.
Di sisi lain, ancaman cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi serta kebakaran hutan dan lahan terus dipantau. Sebelumnya pada Selasa (25/8), BMKG mendeteksi sebanyak 473 titik panas (hotspots) di Kalimantan Selatan.
Titik panas tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, dengan sebaran terbanyak berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Banjar.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalimantan Selatan, Utari Randiana, mengatakan bahwa data tersebut merupakan hasil pemantauan Sistem Informasi Hotspot Kalimantan per Selasa pukul 07.00 WITA. Dalam pemantauan tersebut, hanya ada dua wilayah yang tidak terdeteksi titik panas, yakni Banjarmasin dan Balangan.
Dari total 473 titik panas tersebut, sebanyak 425 titik memiliki tingkat kategori sedang, 32 titik kategori tinggi, dan 16 titik dengan kategori rendah. Kategori sedang menjadi yang paling dominan dengan proporsi sekitar 89,9 persen, ujar Utari di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (25/8).






