RISKS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara meminta warga Kabupaten Karo mematuhi aturan pembatasan wilayah rawan erupsi Gunung Sinabung. Petugas menemukan sejumlah warga yang nekad kembali ke rumah untuk memeriksa ternak di area bahaya.
Saat ini aktivitas vulkanik Gunung Sinabung bertahan pada status Siaga Level III. Meski hembusan asap mulai tampak menipis, potensi bahaya letusan susulan dan awan panas masih mengancam keselamatan jiwa.
Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, menegaskan bahwa pemantauan lapangan terus diperketat bersama personel TNI dan Polri. Pengamanan dilakukan guna mencegah aktivitas warga di zona berbahaya.
“Memang dalam hari-hari berikutnya, kami mendapat laporan bahwa ada beberapa masyarakat yang kembali gitu,” kata Tuahta.
Ia menambahkan bahwa status visual dari luar tidak bisa dijadikan patokan tunggal kondisi aktivitas magmatis. Penilaian teknis sepenuhnya tetap mengacu pada data resmi yang dikeluarkan PVMBG.
“Meskipun secara kasat mata erupsi tampak mereda dengan asap tipis, status resmi sepenuhnya mengikuti penilaian teknis PVMBG,” tegas Tuahta.
Sebanyak 201 KK atau 650 jiwa warga Desa Kuta Tengah saat ini terkonsentrasi di tempat pengungsian Desa Suka Tepu serta Koperasi Desa Kelurahan/PUD. Guna mendukung kebutuhan harian para pengungsi, BPBD Sumut telah mengerahkan berbagai sarana logistik dan fasilitas kebersihan:
-
Penyaluran 630 lembar masker untuk mencegah dampak paparan abu vulkanik.
-
Pendirian 5 unit tenda darurat dari total 7 armada pengungsian yang disiapkan.
-
Pengoperasian 2 unit truk evakuasi serta 1 mobil tangki air bersih.
-
Penyediaan 1 armada toilet portabel di lokasi pengungsian.
Sebagai informasi, Gunung Sinabung meletus kembali pada Senin (31/8/2026) pukul 10.17 WIB dengan melontarkan kolom abu setinggi 3.500 meter. Peristiwa tersebut menandai aktivitas erupsi pertama Gunung Sinabung setelah tertidur sejak tahun 2022.
Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama penanganan bencana. Pendampingan dan mobilisasi darurat disiagakan penuh oleh petugas untuk mengantisipasi potensi erupsi susulan yang terjadi secara tiba-tiba.






