RISKS.ID – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmennya untuk melanjutkan seluruh arah kebijakan fiskal dan regulasi yang telah dibangun oleh pendahulunya, Purbaya Yudhi Sadewa.
Langkah konsistensi ini diambil demi menjamin kepastian ekonomi serta efektivitas tata kelola keuangan negara di bawah Kabinet Merah Putih.
Usai resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9), Suahasil menyampaikan bahwa prioritas utamanya di Kementerian Keuangan adalah menjaga keberlanjutan program kerja yang sudah berjalan.
“Ini bagi Kementerian Keuangan adalah melanjutkan pekerjaan,” ujar Suahasil di Jakarta.
Sebagai wujud keterbukaan publik, Suahasil berjanji akan segera merilis data realisasi APBN periode Juli dan Agustus 2026 yang sempat tertunda.
Langkah rapel publikasi data keuangan negara ini dilakukan untuk memenuhi kepastian informasi yang ditunggu oleh masyarakat serta pelaku industri.
Di sisi disiplin anggaran, Kemenkeu berkomitmen menjaga batas aman defisit APBN agar tetap berada di bawah angka 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Efisiensi belanja negara dipastikan terus berjalan dengan berfokus pada efektivitas alokasi anggaran, bukan sekadar pemangkasan belanja operasional.
Guna mengoptimalkan penerimaan negara, Suahasil juga menginstruksikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk terus memperketat penindakan terhadap komoditas ilegal di berbagai jalur perdagangan.
Sektor pengawasan akan semakin diperkuat tanpa kompromi demi mengamankan penerimaan kas negara.






