RISKS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah daerah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada Rabu, 23 September 2026. Kondisi cuaca ini terbilang cukup unik lantaran terjadi di tengah dominasi cuaca kering yang masih menyelimuti sebagian besar wilayah Nusantara.
Prakirawan BMKG Adelia Febby melalui siarannya di Jakarta menyebutkan bahwa potensi hujan tersebut dipicu oleh adanya sirkulasi siklonik atau pusaran angin. Titik pusaran ini terdeteksi berada di Samudera Pasifik utara Papua serta di pesisir selatan Vietnam.
Sirkulasi ini pada akhirnya memicu pertemuan sekaligus perlambatan kecepatan angin di berbagai titik, membentang dari Teluk Thailand, Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Laut Filipina, hingga perairan Maluku Utara dan Papua.
“Kondisi itu berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya,” ucap Adelia menjelaskan fenomena tersebut.
Berdasarkan pemantauan BMKG untuk wilayah barat Indonesia, masyarakat di Pontianak dan Tanjung Selor diimbau untuk mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai petir. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang mengintai kawasan Medan, dan hujan ringan diprediksi akan membasahi Padang, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Serang, serta Bandung.
Bergeser ke wilayah timur Indonesia, BMKG memprakirakan hujan sedang akan mengguyur Nabire. Beberapa wilayah lainnya seperti Mamuju, Palu, Jayapura, dan Jayawijaya diprediksi hanya akan mengalami curah hujan ringan. Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan lebat berskala lokal.
Selain curah hujan, BMKG turut mengeluarkan peringatan terkait potensi udara kabur yang diprakirakan menyelimuti beberapa daerah. Kondisi ini berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera bagian tengah hingga selatan, serta Kalimantan bagian selatan, tengah, dan timur. Cuaca serupa juga berpotensi terjadi di wilayah Sorong dan Manokwari.
Perhatian ekstra juga ditujukan bagi para pengguna dan penyedia jasa transportasi. Untuk jalur udara, BMKG mengingatkan potensi pertumbuhan awan hujan atau cumulonimbus di langit Sumatera, Laut Natuna Utara, Kalimantan, Sulawesi, Selat Makassar bagian utara, Papua, dan Samudera Pasifik utara Papua. Penumpang maskapai penerbangan diimbau untuk selalu memantau informasi terkini dari pihak bandara.
Di sektor maritim, angin di perairan Indonesia terpantau bertiup di kisaran 5 hingga 25 knot. Kondisi ini memicu gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Sumatera, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Bahkan, gelombang yang lebih tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter berpotensi mengancam kawasan Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, serta Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur. Masyarakat dan nelayan diminta untuk menyesuaikan seluruh rencana perjalanan dengan kondisi cuaca serta memantau pembaruan informasi dari kanal resmi BMKG.






