RISKS.ID – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG) mengukir torehan sejarah baru dalam perjalanan bisnis perseroan.
Hingga akhir September 2026, lembaga pangan BUMN ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,4 triliun berdasarkan hasil reviu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Pencapaian laba tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah berdirinya BULOG.
Kinerja keuangan yang solid ini sekaligus dijadikan kado manis menyambut tahun kedua masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan optimismenya bahwa tren positif ini akan berlanjut hingga akhir tahun.
Ia memproyeksikan perolehan laba bersih perseroan berpeluang menembus angka di atas Rp3 triliun pada Desember 2026.
“Ini suatu rasa syukur kami dan membanggakan sebagai kado ulang tahunnya pemerintahan Bapak Presiden di tahun keduanya. Dan potensinya di akhir tahun bisa lebih dari Rp3 triliun rupiah,” ujar Ahmad Rizal dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Rizal menjelaskan, penopang utama lonjakan performa finansial perusahaan berasal dari perolehan margin sebesar 7 persen serta efisiensi beban bunga pinjaman bank.
Melalui skema subsidi bunga sebesar 2 persen dari pemerintah, tingkat suku bunga yang ditanggung BULOG dapat ditekan dari 5 persen menjadi hanya 3 persen.
Lompatan performa keuangan ini berjalan beriringan dengan rekor pencapaian operasional di lapangan.
Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan beras Public Service Obligation (PSO) oleh BULOG telah menembus 4.115.014 ton setara beras, atau 102,88 persen dari target penugasan sebesar 4 juta ton.
Volume ini melampaui rekor pengadaan tertinggi sebelumnya pada tahun 2012 yang berada di angka 3,65 juta ton.
Menyikapi capaian besar tersebut, BULOG langsung menyiapkan tiga rencana pengembangan kapasitas bisnis jangka panjang guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pertama, perusahaan akan merevitalisasi dan mengaktifkan kembali infrastruktur Unit Pengolahan Gabah dan Beras (UPGB) yang sempat mengalami kerusakan.
Langkah ini bertujuan untuk mendongkrak kapasitas serta mutu produksi beras secara signifikan.
Kedua, BULOG merencanakan pembangunan pabrik karung plastik secara mandiri di wilayah strategis, dimulai dari Jakarta.
Fasilitas ini didesain untuk menjamin ketersediaan serta efisiensi biaya kemasan logistik beras nasional.
Ketiga, perseroan memprioritaskan pembenahan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program pendidikan domestik maupun internasional, termasuk mengikutsertakan jajaran eselon I dalam program Lemhannas.






