RISKS.ID -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meluncur deras pada pembukaan perdagangan sesi pertama akibat sentimen negatif terkait kabar buruk dari MSCI.
Pasar saham domestik langsung terkoreksi tajam sebesar 8,01 persen menuju posisi 5.393,92.
Kejatuhan IHSG secara mendadak ini membuat otoritas bursa terpaksa memberlakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt demi meredam tekanan di pasar modal.
Seluruh indeks sektoral kompak bergerak di zona merah tanpa ada satu pun yang mampu bertahan dari aksi jual masif investor.
Sektor infrastruktur mencatatkan pelemahan terdalam dengan kejatuhan mencapai 11,57 persen, disusul oleh sektor bahan baku yang merosot hingga 10,72 persen.
Gelombang koreksi tersebut turut menyeret sektor energi dan konsumer non-primer yang masing-masing terkikis 9,90 persen dan 9,17 persen, serta menekan sektor perindustrian, properti, teknologi, kesehatan, transportasi, konsumer primer, hingga finansial.
Di sisi lain, tekanan terhadap pasar modal nasional berdampak langsung pada posisi mata uang Garuda yang terus tertahan di zona merah.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau terdepresiasi sebesar 0,33 persen hingga menyentuh level Rp17.980 per dolar AS.
Tren pelemahan rupiah ini juga terjadi secara merata terhadap berbagai mata uang utama dunia lainnya, seperti dolar Singapura, yen Jepang, serta euro yang masing-masing mengalami penurunan di kisaran 0,35 hingga 0,37 persen.






