BSI Dukung Program PINTAR Reksa Dana OJK, Gen Z Kini Bisa Mulai Investasi Syariah dari Rp10 Ribu

BSI
Petugas dari PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menjelaskan produk PINTAR Reksadana (Program Investasi Terencana dan Berkala) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/4/2026). Foto: BSI

RISKS.ID – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI menyatakan dukungan penuh terhadap program PINTAR Reksa Dana – SiMuda Investasiku yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna memperluas akses investasi bagi generasi muda Indonesia.

Program nasional tersebut dirancang untuk menanamkan budaya investasi yang disiplin, bertahap, dan berorientasi jangka panjang, khususnya bagi masyarakat berusia 18 hingga 30 tahun.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan, pihaknya siap menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inklusi investasi di kalangan anak muda melalui instrumen yang mudah diakses.

“Kami siap mendukung program pemerintah dalam memperkenalkan investasi yang terjangkau kepada generasi muda. Dengan nominal yang ringan, masyarakat dapat mulai berinvestasi lebih dini dan membangun kebiasaan finansial yang sehat,” ujar Anggoro dalam keterangannya di Jakarta, Senin (27/4).

Menurut dia, Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) – SiMuda Investasiku juga menjadi langkah strategis dalam memperluas jumlah investor muda sekaligus menghadirkan solusi investasi syariah yang inklusif.

“Ini merupakan bagian dari kontribusi BSI dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional,” katanya.

Sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), BSI menghadirkan produk reksa dana pasar uang syariah yang dinilai relatif rendah risiko, likuid, dan cocok bagi investor pemula.

Dengan modal awal hanya Rp10 ribu, tanpa biaya pembelian maupun pencairan, masyarakat kini memiliki peluang lebih besar untuk memulai investasi secara konsisten tanpa terbebani nominal besar.

BSI juga menekankan kemudahan akses melalui layanan pendaftaran yang dapat dilakukan di booth khusus maupun kanal digital. Proses tersebut didukung tenaga pemasaran berizin atau Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD).

Skema ini memungkinkan masyarakat, baik yang telah memiliki rekening investasi maupun yang baru memulai, untuk bergabung secara praktis.

Untuk memperkaya pilihan investasi, BSI menyediakan berbagai produk reksa dana syariah dari sejumlah manajer investasi ternama, seperti Mandiri Manajemen Investasi, Bahana TCW Investment Management, Manulife Aset Manajemen Indonesia, Sucorinvest Asset Management, Trimegah Asset Management, hingga Batavia Prosperindo Aset Manajemen.

Tak hanya itu, perseroan juga meluncurkan program bundling khusus yang mengombinasikan PINTAR Reksa Dana SiMuda dengan produk Tabungan E-Mas guna meningkatkan daya tarik bagi generasi muda.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyebut program PINTAR Reksa Dana menjadi langkah konkret pendalaman pasar keuangan nasional melalui kolaborasi lintas sektor.

“Pendalaman pasar harus dilakukan secara terintegrasi melalui upaya sinergi dari seluruh stakeholders. Program PINTAR Reksa Dana yang dikolaborasikan dengan Program SiMuda merupakan langkah konkret untuk memperluas akses dan juga mendorong partisipasi masyarakat lebih luas termasuk investor pemula,” kata Hasan.

OJK mencatat, hingga peluncuran program pada Senin (27/4), sebanyak 30 manajer investasi dan 26 APERD telah berkomitmen mendukung implementasi program tersebut.

Ke depan, PINTAR Reksa Dana diharapkan berkembang menjadi gerakan nasional berkelanjutan yang mampu membentuk kebiasaan investasi sehat sejak usia muda, sekaligus memperkuat ketahanan finansial masyarakat Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *