RISKS.ID – Baitul Maal Hidayatullah (BMH) mencatat penyaluran zakat, infak, dan sedekah mencapai Rp314 miliar sepanjang 2025. Dana tersebut disalurkan kepada 1.516.936 penerima manfaat melalui berbagai program lintas sektor.
Capaian itu disampaikan dalam Talkshow Publik Ekspose BMH bertajuk “Bahagia dengan Kolaborasi Kebaikan Zakat” di Semarang, Rabu (23/4/2026). Penyaluran tersebut mencerminkan penguatan peran zakat sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan, tidak sekadar bantuan sosial.
Direktur Utama Laznas BMH, Supendi, menjelaskan bahwa program yang dijalankan mencakup bidang dakwah, pendidikan, sosial dan kemanusiaan, ekonomi, kesehatan, hingga lingkungan.
Menurut dia, penyaluran terbesar dialokasikan untuk program sosial dan kemanusiaan sebesar Rp119 miliar. Disusul program dakwah Rp110 miliar dan pendidikan Rp9 miliar.
“Zakat adalah amanah yang harus dikelola secara profesional dan transparan sehingga mampu menghadirkan perubahan nyata bagi para penerima manfaat dan semua terwujud dengan berkolaborasi,” ujar dia.
Dia menegaskan, pengelolaan zakat tidak hanya berfokus pada distribusi, tetapi juga pada penciptaan dampak jangka panjang melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam periode terakhir, BMH juga mencatat pertumbuhan penghimpunan dana yang positif seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat. Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk menyampaikan capaian kinerja, sebaran manfaat, serta dampak program secara terbuka dan akuntabel.
Ketua Umum Hidayatullah, Nasfi Arsyad, menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian umat.
“Zakat bukan sekadar ibadah, tetapi juga instrumen penting dalam menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.
Sementara itu, Ketua Baznas Jawa Tengah, Ahmad Darodji, menyoroti pentingnya tata kelola zakat yang baik untuk menjaga kepercayaan publik. Dia menekankan transparansi dan akuntabilitas sebagai kunci penguatan ekosistem zakat nasional.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan perspektif dari perwakilan muzakki. Mereka menilai kepercayaan terhadap lembaga zakat tumbuh seiring dengan kejelasan laporan serta dampak program yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Di sisi lain, penerima manfaat program pendidikan beasiswa BMH, seperti Nasya Rizky, mahasiswa Universitas Diponegoro, dan Zain Abdullah, siswa Pesantren Al Burhan, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima.
Mereka menyebut beasiswa penuh dari BMH membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan sekaligus meraih prestasi. Zain bahkan berhasil meraih medali emas dalam festival olimpiade siswa 2025.
Pada kesempatan yang sama, BMH juga menandatangani nota kesepahaman dengan PT Nusacita guna mempermudah akses masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui lebih dari 2.600 jaringan ATM Bersama.






