RISKS.ID – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menutup tahun buku 2025 dengan capaian kinerja yang menunjukkan tren pertumbuhan positif. Hal ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada April 2026.
Dalam forum tersebut, manajemen memaparkan sejumlah pencapaian penting, mulai dari peningkatan produksi listrik hingga penguatan strategi ekspansi. PGE juga menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam pengembangan energi bersih di Indonesia.
Salah satu agenda penting dalam RUPST adalah perubahan susunan direksi, khususnya pada posisi Direktur Keuangan. Penunjukan pejabat baru diharapkan mampu memperkuat tata kelola serta mendukung kinerja finansial perusahaan ke depan.
Sepanjang 2025, PGE berhasil mencatatkan produksi listrik berbasis panas bumi yang mencapai lebih dari 5.000 GWh. Realisasi ini menjadi yang tertinggi sejak perusahaan beroperasi.
Peningkatan tersebut didorong oleh tambahan kapasitas dari proyek pembangkit baru yang mulai beroperasi. Kehadiran unit pembangkit ini turut memperbesar total kapasitas terpasang perusahaan secara signifikan.
Tidak berhenti pada capaian operasional, PGE juga terus mendorong pengembangan proyek-proyek baru. Salah satu fokus utama adalah eksplorasi sumber panas bumi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam beberapa tahun mendatang.
Perusahaan juga menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk entitas di sektor kelistrikan nasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat realisasi tambahan kapasitas energi terbarukan.
Selain itu, PGE mulai merambah inovasi baru seperti pengembangan energi hidrogen hijau dan pemanfaatan panas bumi untuk kebutuhan data center. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi bisnis berbasis energi berkelanjutan.
Dari sisi keuangan, perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang solid. Hal ini mencerminkan efisiensi operasional serta meningkatnya kontribusi dari proyek-proyek yang telah berjalan.
Ke depan, PGE menargetkan peningkatan kapasitas secara bertahap sebagai bagian dari rencana jangka panjang. Dengan strategi yang terarah, perusahaan optimistis dapat memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan energi dan transisi menuju energi rendah karbon.






