RISKS.ID – Polda Metro Jaya mengungkapkan, sebanyak 10 jenazah korban kecelakaan maut antara Kereta Commuter Line dan kereta diesel jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, hingga Selasa (28/4) masih belum teridentifikasi.
Seluruh jenazah saat ini berada di RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses identifikasi lanjutan oleh tim gabungan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, proses identifikasi terus dilakukan secara intensif guna memastikan data korban segera diketahui dan disampaikan kepada keluarga masing-masing.
“Proses identifikasi terus dilakukan oleh tim gabungan guna memastikan data korban dapat segera diketahui dan disampaikan kepada pihak keluarga,” ujar Budi di Jakarta, Selasa (28/4).
Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga pascakejadian tragis tersebut untuk segera mendatangi RS Polri Kramat Jati.
Menurut dia, kehadiran keluarga sangat penting untuk membantu proses pencocokan data ante mortem dan mempercepat identifikasi korban.
“Langkah ini dilakukan guna membantu proses pencocokan data serta mempercepat pengidentifikasian korban,” katanya.
Selain mendukung proses identifikasi, aparat kepolisian juga terlibat penuh dalam pengamanan lokasi, evakuasi korban, serta pemulihan pascakecelakaan.
“Polisi turut mendukung evakuasi, pemulihan, dan pengidentifikasian korban agar seluruh proses penanganan dapat berjalan dengan cepat dan tepat,” tegasnya.
Berdasarkan kronologi awal, insiden bermula ketika sebuah kendaraan melintas di perlintasan rel dekat Stasiun Bekasi Timur. Dalam waktu bersamaan, kereta melaju dan tabrakan tak dapat dihindari hingga memicu kecelakaan besar yang melibatkan rangkaian Commuter Line dan kereta jarak jauh.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut meningkat menjadi 14 orang hingga Selasa pagi.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, selain korban meninggal, sebanyak 84 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Tragedi di Bekasi Timur ini menjadi salah satu kecelakaan perkeretaapian paling serius dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus mendorong evaluasi besar terhadap sistem keselamatan perlintasan kereta nasional.






