Oleh: Joko Intarto, Diabetesi
Hingga saat ini, masih banyak penyandang diabetes yang memiliki kebiasaan berjalan atau berolahraga tanpa alas kaki, termasuk saat lari, jogging, maupun jalan cepat di tempat terbuka.
Alasannya, kegiatan “nyeker” dipercaya dapat merangsang ujung saraf di telapak kaki sehingga dianalogikan seperti sedang menjalani pijat refleksi.
Faktanya, kebiasaan tersebut justru sangat berisiko bagi penyandang diabetes.
Berolahraga di area terbuka tanpa alas kaki sangat rawan menimbulkan luka dan infeksi pada telapak kaki. Perlu diingat, telapak kaki merupakan bagian tubuh yang paling rentan terhadap luka karena posisinya yang selalu bersentuhan langsung dengan tanah, yang tidak selalu dalam kondisi bersih dan steril.
Pada penyandang diabetes, risiko ini menjadi berlipat ganda. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf atau neuropati. Akibatnya, kita sering kali tidak merasakan adanya luka kecil di kaki.
Bersamaan dengan itu, aliran darah ke area kaki juga cenderung menurun, sehingga proses penyembuhan luka menjadi sangat lambat. Kombinasi kedua kondisi ini membuat infeksi ringan dapat dengan cepat berkembang menjadi komplikasi serius, yang pada kasus terburuk dapat berujung pada amputasi.
Saya sendiri pernah mengalami langsung dampaknya pada masa awal terdiagnosis diabetes. Tergoda oleh pendapat bahwa jogging tanpa sepatu bermanfaat untuk saraf, saya mencobanya. Alih-alih menjadi lebih sehat, saya justru harus beristirahat total selama hampir dua minggu. Kulit telapak kaki melepuh dan mengelupas sehingga sangat sulit untuk sekadar berdiri, apalagi berjalan.
Apa yang harus dilakukan jika telanjur nyeker dan telapak kaki melepuh?
Apabila Anda mengalami kondisi serupa, segera lakukan langkah-langkah berikut:
1. Segera berobat ke Puskesmas, klinik, atau dokter. Jangan menunda penanganan. Luka pada kaki diabetesi bukanlah luka biasa dan memerlukan evaluasi medis untuk mencegah infeksi yang lebih berat.
2. Hindari kontak langsung antara telapak kaki dengan lantai atau tanah, terutama di area kamar mandi dan toilet yang lembap dan menjadi sumber kuman. Gunakan alas kaki khusus di dalam rumah atau pastikan area tersebut selalu kering dan bersih.
3. Alihkan jenis olahraga untuk sementara waktu. Selama proses penyembuhan, hindari aktivitas yang memberi beban pada kaki. Pilihlah olahraga beban atau latihan fisik yang dapat dilakukan dengan posisi duduk, agar kadar gula darah tetap terkontrol tanpa memperparah kondisi kaki.
Pesan Penting
Olahraga secara disiplin adalah kunci utama untuk mengontrol gula darah. Namun, jangan pernah melakukannya tanpa alas kaki. Tindakan tersebut terlalu berisiko.
Gunakanlah sepatu olahraga yang nyaman, sesuai ukuran, dan memiliki sol yang cukup tebal untuk melindungi kaki. Jangan lupakan kaus kaki untuk mencegah lecet.
Mari kita sadari bersama, meskipun semangat kita untuk sehat sama, kondisi tubuh penyandang diabetes memerlukan perhatian dan kehati-hatian yang lebih. Jangan menganggap sepele luka kecil di kaki.
Konsultasikan selalu dengan dokter atau tenaga kesehatan mengenai perawatan kaki dan jenis olahraga yang paling aman sesuai kondisi Anda.
Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan.(jto)
#EdukasiDiabetes #JanganNyeker #KesehatanKaki
#LukaDiabetes #HidupSehatDenganDiabetes






