Jelang 70 Tahun Berdiri, Astra Fokus Perkuat Tiga Bisnis Utama

ASTRA
Foto: Astra

RISKS.IDPT Astra International Tbk mereposisi strategi bisnis dengan memperkuat fokus pada tiga lini utama, yakni otomotif, jasa keuangan, serta alat berat dan solusi pertambangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi perusahaan.

Presiden Direktur Astra Rudy mengatakan perubahan strategi dilakukan seiring dinamika pasar dan hasil tinjauan strategis perusahaan menjelang perjalanan tujuh dekade Astra.

Bacaan Lainnya

“Secara keseluruhan, strategi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas portofolio bisnis dan meningkatkan efisiensi modal yang menghasilkan pertumbuhan laba serta nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rudy dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/5).

Dia menjelaskan, tiga bisnis utama tersebut selama ini menjadi penopang terbesar kinerja perseroan dengan kontribusi sekitar 90 persen terhadap laba Astra.

Pada sektor otomotif, Astra akan memperkuat seluruh ekosistem bisnis mulai dari penjualan kendaraan baru dan bekas, penyediaan suku cadang, layanan purna jual, hingga penguatan jaringan pelanggan di berbagai daerah di Indonesia.

Sementara pada sektor jasa keuangan, perusahaan akan memaksimalkan potensi ekosistem melalui beragam produk dan layanan yang menyasar berbagai segmen pelanggan.

Adapun pada bisnis alat berat dan solusi pertambangan, Astra bakal memperkuat rantai pasok pertambangan sekaligus mengembangkan sumber pertumbuhan baru untuk menopang kinerja jangka panjang.

Selain fokus pada tiga bisnis inti, Astra juga tetap mengembangkan portofolio bisnis lainnya dengan menekankan keselarasan strategis dan kemitraan jangka panjang.

Perseroan juga memperkuat disiplin alokasi modal melalui belanja modal pemeliharaan, investasi bernilai tambah, pembagian dividen yang konsisten, hingga pelaksanaan pembelian kembali saham atau share buyback pada valuasi yang dinilai tepat.

Berdasarkan data perusahaan, sepanjang 2015 hingga 2025 laba bersih Astra melonjak lebih dari dua kali lipat dari Rp15 triliun menjadi Rp33 triliun atau tumbuh 126 persen.

Pada periode yang sama, dividen kepada pemegang saham meningkat 245 persen dari Rp113 per saham menjadi Rp390 per saham.

Di sisi sumber daya manusia, Astra menyebut terus memperkuat pengembangan karyawan melalui penciptaan lingkungan kerja yang berkelanjutan. Saat ini perusahaan didukung lebih dari 190 ribu karyawan serta ratusan ribu tenaga kerja dari mitra Astra.

Dalam bidang sosial, Astra juga terus menjalankan program Desa Sejahtera Astra yang mencakup sektor kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, dan lingkungan.

Saat ini terdapat lebih dari 1.500 Desa Sejahtera Astra yang tersebar di 35 provinsi dengan jumlah penerima manfaat mencapai lebih dari 3 juta orang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *