SEHAT MANDIRI

joko intarto

Oleh: JOKO INTARTO
Diabetesi

“SAYA kaget, gula darah papi bisa 100.”

Bacaan Lainnya

Kalimat itu saya baca dari sebuah tangkapan layar yang dikirimkan seorang kawan. Isinya percakapan dengan adiknya yang sedang berbunga-bunga karena suaminya berhasil mencatatkan gula darah 100 mg/dL. Angka yang selama lebih dari sepuluh tahun terasa mustahil untuk dicapai.

Tiga minggu sebelumnya, gula darahnya masih 163 mg/dL. Bahkan dalam kesehariannya, gula darahnya sering berada di atas 200 mg/dL.

Yang menarik, tidak ada ramuan ajaib yang dikonsumsi. Juga tidak ada obat herbal yang digunakan. Tidak ada pula metode rahasia yang hanya diketahui segelintir orang.

Yang dilakukan hanya empat hal sederhana:
1. Jaga makan dan minum.
2. Jaga olahraga.
3. Jaga istirahat.
4. Jaga agar tidak stres.

Empat jurus yang terdengar biasa saja. Bahkan terlalu sederhana untuk dipercaya.
Padahal, justru kesederhanaan itulah yang sering kita abaikan.

Ketika Obat Saja Tidak Cukup

Menurut cerita adiknya, selama lebih dari setahun sang suami mengalami penurunan kondisi fisik yang cukup berat. Ia sempat mogok berobat karena merasa diabetesnya tak kunjung membaik.

Aktivitas fisiknya sangat minim. Makan, tidur, minum obat, lalu mengulang rutinitas yang sama setiap hari. Akibatnya, massa otot menyusut. Kakinya melemah. Untuk berjalan saja terasa berat.

Padahal otot adalah “gudang” terbesar yang membantu tubuh menyerap glukosa dari darah. Ketika otot semakin sedikit digunakan, kemampuan tubuh mengelola gula darah juga ikut menurun. Tubuh menjadi semakin lemas. Gula darah tetap tinggi. Terjadilah lingkaran setan yang sulit diputus.

Empat Jurus yang Mengubah Segalanya

Tiga minggu lalu ia mulai mengubah gaya hidupnya.

Makan nasi dibatasi. Sekali makan hanya sekitar sekepal tangan. Minuman manis dihentikan. Porsi sayuran diperbanyak.

Ia juga mulai bergerak.

Bukan olahraga berat. Hanya berjalan kaki setiap bangun tidur dan setelah makan. Ia mulai tidur lebih awal, sebelum pukul 22.00. Dan yang tak kalah penting, ia berusaha mengurangi stres dan kecemasan.

Hasilnya perlahan muncul. Gula darah mulai turun pada minggu pertama. Pada minggu kedua dokter menghentikan suntik insulinnya. Pada minggu ketiga dosis obat diabetesnya dikurangi.

Kini memasuki minggu keempat, ia sudah mampu berjalan kaki hingga 1.800 langkah setiap hari. Ia kembali mengajar di kampus dan naik tangga ke lantai tiga tanpa bantuan orang lain. Bahkan sudah bisa menyetir mobil lagi.

Semua itu terjadi bukan karena keajaiban. Semua itu terjadi karena tubuh akhirnya diberi kesempatan untuk bekerja sebagaimana mestinya.

Kesehatan Tidak Bisa Dibeli

Kita sering berpikir bahwa kesehatan bisa dibeli dengan obat yang lebih mahal, dokter yang lebih terkenal, atau rumah sakit yang lebih mewah.

Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Uang memang bisa membeli obat. Uang bisa membeli alat cek gula darah.

Uang bisa membeli layanan kesehatan terbaik.

Tetapi uang tidak bisa membeli disiplin. Uang tidak bisa membeli kemauan untuk berjalan kaki setiap hari. Uang tidak bisa membeli keputusan untuk berhenti minum minuman manis. Uang tidak bisa membeli tidur yang cukup. Dan uang tidak bisa membeli ketenangan pikiran.

Karena itu kesehatan sejatinya tidak bisa dibeli. Kesehatan hanya bisa diupayakan.

Jangan Menunggu Sampai Terlambat

Kisah ini bukan untuk membuat kita kagum kepada seseorang yang berhasil menurunkan gula darahnya. Kisah ini adalah pengingat bahwa perubahan besar sering dimulai dari langkah yang sangat kecil.

Kalau hari ini gula darah Anda masih 140 mg/dL, jangan menunggu sampai 240 mg/dL hanya untuk menjaga asupan karbohidrat, berolahraga, dan tidur lebih cepat.

Kalau hari ini masih bisa berjalan satu kilometer, jangan menunggu sampai berjalan seratus meter pun terasa berat.

Kalau hari ini dokter masih memberi obat dosis ringan, jangan menunggu sampai harus menggunakan insulin.

Mulailah dari sekarang.

Jaga makan dan minum.
– Jaga olahraga.
– Jaga istirahat.
– Jaga agar tidak stres.

Empat jurus sederhana itu memang tidak menjanjikan hasil instan. Namun jika dijalankan dengan konsisten, hasilnya sering kali jauh lebih hebat daripada yang kita bayangkan. Sebab tubuh manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk memperbaiki dirinya sendiri, asalkan kita mau membantunya.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu menunggu sakit parah untuk mulai hidup sehat. Justru semakin cepat memulai, semakin besar peluang menikmati hidup yang lebih panjang, lebih aktif, dan lebih bahagia.(jto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *