Perkuat Ekonomi Masyarakat, OJK Siapkan Tiga Fokus Utama Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

OJK

RISKS.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan tiga fokus pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah supaya semakin terarah, optimal, berkelanjutan, serta berdampak luas bagi perekonomian masyarakat.

Seiring upaya itu, OJK menggelar Pertemuan Pertama Kelompok Kerja Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (Pokja LIKS) Tahun 2026 yang fokus pada tiga agenda utama.

Bacaan Lainnya

“Yaitu pertama, menyusun strategi literasi dan inklusi keuangan syariah yang berbasis data, digitalisasi, dan kebutuhan masyarakat. Kedua, mengintegrasikan literasi dan inklusi keuangan syariah dengan market conduct, pelindungan konsumen, dan financial health. Ketiga, memperkuat sinergi antar-pihak agar menghasilkan langkah yang konkret dan dapat ditindaklanjuti,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.

Dicky menjelaskan, Pokja LIKS mempunyai posisi khusus sebagai mitra strategis OJK yang menjadi forum koordinasi dan ruang untuk menyatukan gagasan, menggerakkan aksi, serta menghadirkan dampak nyata dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah.

Pihaknya berharap program tersebut tidak hanya menambah pengetahuan, namun juga meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menggunakan produk keuangan syariah.

“Literasi dan inklusi keuangan syariah harus berjalan bersama dengan pengawasan market conduct dan pelindungan konsumen. Inovasi dapat berkembang secara sehat, dipercaya dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek pelindungan konsumen,” tutur Dicky.

Forum tersebut turut dihadiri oleh Ketua Badan Harian Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) KH Muhammad Cholil Nafis beserta jajaran pengurus.

Selain itu, hadir pula pimpinan dan perwakilan organisasi profesi atau kemasyarakatan di bidang ekonomi dan keuangan syariah, perwakilan asosiasi dan Self Regulatory Organization (SRO) di sektor jasa keuangan syariah, akademisi, tokoh perempuan, hingga influencer atau Key Opinion Leader (KOL) yang tergabung sebagai anggota eksternal, serta perwakilan satuan kerja kompartemen syariah selaku anggota internal Pokja LIKS.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK sekaligus Koordinator Utama Pokja LIKS M Ismail Riyadi menyampaikan bahwa Pokja LIKS telah berperan aktif dalam merumuskan program edukasi serta inklusi keuangan syariah agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan mendorong perekonomian.

“Melalui rekomendasi, evaluasi, dan masukan yang disampaikan secara berkala, Pokja LIKS memberikan perspektif substantif maupun strategis dalam penyempurnaan program kerja, perumusan inisiatif baru, serta penguatan arah kebijakan literasi dan inklusi keuangan syariah agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri,” ujar Ismail.

Menurut dia, pelaksanaan program-program literasi dan inklusi keuangan syariah masih perlu untuk terus dikembangkan, terutama dalam pemerataan jangkauan, keberlanjutan program, serta konversi pemahaman menjadi penggunaan produk keuangan syariah.

OJK sendiri telah melaksanakan berbagai kegiatan LIKS untuk mendorong literasi keuangan syariah, di antaranya Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO), Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah), Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SICANTIKS), Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH), serta School of Syariah (SOS).

OJK juga mendorong terlaksananya business matching keuangan syariah melalui Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS), dan Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS). Selain itu, dalam rangka mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan, OJK juga menggelar Syariah Financial Fair (SYAFIF) dan Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSIS).

“OJK senantiasa mendorong sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan keuangan masyarakat,” kata Ismail.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *