RISKS.ID – Bank Saqu membukukan kinerja positif sepanjang semester pertama 2026 dengan mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), penyaluran kredit, serta peningkatan jumlah nasabah. Hingga Juni 2026, bank digital yang didukung Astra Financial dan WeLab tersebut berhasil menghimpun DPK sebesar Rp8,9 triliun, sekaligus memperkuat posisinya di industri perbankan digital nasional.
Pada sisi pembiayaan, Bank Saqu menyalurkan kredit sebesar Rp8,6 triliun atau meningkat 37,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY). Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan pembiayaan dari segmen Bank Saqu Bisnis dan Digital, yang kini melayani lebih dari 3,8 juta nasabah dari berbagai kalangan, mulai dari individu hingga pelaku usaha.
Pelaksana Tugas Presiden Direktur Bank Saqu, Leka Madiadipoera, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital yang ditawarkan perusahaan. Menurutnya, inovasi yang relevan dengan kebutuhan nasabah menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
“Kami melihat pertumbuhan ini sebagai wujud kepercayaan masyarakat akan solusi keuangan yang praktis, relevan, dan mampu mendukung berbagai tujuan finansial, baik untuk kebutuhan pribadi maupun pengembangan usaha. Kepercayaan tersebut menjadi fondasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang memberikan nilai tambah bagi nasabah,” ujar Leka dalam keterangan resminya.
Selain mengembangkan layanan perbankan digital, Bank Saqu juga memperluas dukungannya terhadap pelaku usaha melalui Solopreneur Academy. Program tersebut telah diikuti sekitar 1.000 peserta sebagai sarana peningkatan kompetensi dan pengembangan kapasitas bisnis bagi para wirausaha. Di sisi lain, perusahaan juga mengembangkan komunitas Sunrise Society yang sejak diluncurkan pada Juli 2025 telah menghimpun lebih dari 2.300 anggota untuk mendorong gaya hidup sehat, produktif, serta kolaboratif.
Dalam memperkuat pengalaman digital nasabah, Bank Saqu menyediakan berbagai fitur pengelolaan keuangan seperti bebas biaya administrasi bulanan, transfer tanpa biaya, Saku Nabung, Saku Transaksi, Deposito Reguler, hingga Tabungmatic yang memungkinkan proses menabung berjalan otomatis. Sementara untuk segmen bisnis, tersedia layanan Internet Banking, Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, dan Kredit Kendaraan Bermotor untuk mendukung aktivitas operasional maupun ekspansi usaha.
Leka menegaskan bahwa pertumbuhan pembiayaan tetap diiringi dengan pengelolaan risiko yang disiplin melalui penerapan prinsip kehati-hatian. “Pertumbuhan kredit yang sehat didorong oleh meningkatnya kebutuhan pembiayaan dari pelaku usaha dan masyarakat produktif. Kami terus menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan nasabah, sekaligus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis melalui penerapan prinsip kehati-hatian yang kuat,” tutupnya.






