RISKS.ID – Pembangunan rumah subsidi kini tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian layak. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan setiap kawasan perumahan baru akan didukung akses internet yang aman dan andal. Kebijakan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat menghadiri pelaksanaan Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kegiatan yang digelar serentak di 372 kabupaten dan kota pada 36 provinsi itu menjadi langkah memperluas kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Program pembangunan rumah rakyat harus diikuti dengan hadirnya konektivitas digital. Kami pastikan konektivitas aman di hunian baru,” kata Meutya. Menurutnya, rumah masa kini membutuhkan jaringan internet selain listrik, air bersih, dan akses jalan agar keluarga dapat belajar, bekerja, serta memanfaatkan layanan publik secara digital.
Dikutip dari infopublik.id, Kemkomdigi juga terus mempercepat perluasan jaringan internet nasional. Saat ini, cakupan layanan 4G di kawasan permukiman telah mencapai sekitar 97,45 persen, sementara pembangunan fixed broadband terus ditingkatkan. Infrastruktur digital tersebut disiapkan agar pembangunan kawasan hunian berjalan seiring dengan transformasi digital nasional.
“Visi Presiden Prabowo membangun Indonesia tidak hanya menghadirkan rumah yang layak huni, tetapi juga kehidupan yang lebih produktif,” ujar Meutya. Ia menambahkan, kawasan perumahan baru akan didorong menjadi ruang yang mendukung UMKM, pekerjaan jarak jauh, layanan kesehatan digital, serta akses pemerintahan yang lebih mudah bagi masyarakat.






