RISKS.ID – PT BUMA International Grup Tbk (IDX: DOID) membukukan peningkatan EBITDA pada Semester I 2026 meski pendapatan mengalami koreksi karena berakhirnya sejumlah kontrak pertambangan. Strategi efisiensi operasional dan pengendalian biaya menjadi faktor utama yang menopang kinerja perusahaan.
Hingga 30 Juni 2026, pendapatan grup tercatat US$693 juta atau turun 5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, EBITDA meningkat 8 persen menjadi US$69 juta dari sebelumnya US$64 juta. Perbaikan juga terlihat pada arus kas bebas yang melonjak menjadi US$39 juta, jauh lebih tinggi dibanding US$5 juta pada Semester I 2025.
Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, mengatakan, “Peningkatan EBITDA, perbaikan margin, dan penguatan arus kas bebas menunjukkan bahwa berbagai langkah yang telah kami jalankan selama setahun terakhir telah memberikan hasil.”
Produktivitas armada terus ditingkatkan melalui pemeliharaan yang lebih efektif sehingga volume overburden removal mencapai 97 juta BCM dan produksi batu bara naik menjadi 17 juta ton. Intensitas emisi juga berhasil diturunkan 4 persen dibanding kuartal sebelumnya. Perseroan menegaskan disiplin biaya dan optimalisasi modal akan terus dijalankan pada paruh kedua 2026 guna menjaga profitabilitas di tengah tantangan industri.






