GUDANG GULA

joko intarto

Oleh: JOKO INTARTO
Diabetesi

TAHUKAN Anda, di mana glukosa dalam darah banyak disimpan? Ada dua “gudang gula” terbesar dan terpenting dalam tubuh kita, yaitu hati (liver) dan otot rangka, terutama otot-otot kaki. Karena itu, olahraga yang melatih dan memperkuat otot kaki memiliki peran sangat penting dalam membantu pengendalian gula darah seorang diabetesi.

Bacaan Lainnya

Cerita ini bermula dari Pak Risky, seorang diabetesi asal Kalimantan Timur. Sudah lebih dari 10 tahun ia hidup berdampingan dengan diabetes.

Karena merasa pengobatan medis yang dijalaninya tidak memberikan hasil sesuai harapan, Pak Risky kemudian beralih ke pengobatan alternatif. Sayangnya, harapan itu tidak menjadi kenyataan. Bukannya membaik, kondisi kesehatannya justru semakin menurun.

Rasa putus asa akhirnya menguasai dirinya. Selama hampir setahun terakhir, Pak Risky memilih berhenti berobat. Baik pengobatan medis maupun alternatif sama-sama ditinggalkannya. Hari-harinya hanya diisi dengan makan, tidur, dan sangat sedikit bergerak.

Akibatnya bisa ditebak. Kondisi fisiknya merosot drastis. Jangankan berjalan jauh, untuk berdiri saja ia harus berjuang keras. Cara berjalannya sudah seperti kakek berusia 90 tahun. Padahal usia sebenarnya baru 62 tahun.

Sekitar dua bulan lalu, keluarga Pak Risky meminta saya mendampinginya. Sebagai sesama diabetesi yang berhasil lepas dari obat diabetes dan suntik insulin melalui perubahan gaya hidup, saya diminta membantu mengembalikan semangatnya. Pendampingan itu kami lakukan dari jarak jauh, dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Alhamdulillah, memasuki hari ke-60 hasilnya mulai terlihat. Pak Risky kini sudah mampu berjalan kaki hingga sekitar 3.300 langkah setiap hari. Ia juga sudah kembali mengajar. Bahkan, sekarang ia sudah bisa menyetir mobil sendiri untuk beraktivitas.

Apa yang kami lakukan? Fokus utama pendampingan bukan sekadar menurunkan gula darah, melainkan membangun kembali kekuatan otot-otot kakinya. Selain rutin berjalan kaki, Pak Risky juga saya dorong melakukan latihan beban menggunakan peralatan fitness sederhana yang tersedia di rumahnya.

Mengapa harus otot kaki? Karena otot kaki merupakan kelompok otot terbesar dalam tubuh manusia. Semakin besar massa otot yang aktif digunakan, semakin besar pula kemampuan tubuh menyerap glukosa dari aliran darah untuk dijadikan energi maupun disimpan dalam bentuk glikogen.

Di sinilah letak menariknya. Para ahli menjelaskan bahwa setelah hati, otot rangka merupakan tempat penyimpanan glukosa terbesar di dalam tubuh. Bahkan, sekitar 70–80 persen glukosa yang masuk ke dalam sel setelah makan akan diserap oleh otot rangka, terutama ketika otot tersebut aktif bergerak.

Otot kaki yang kuat ibarat gudang dengan kapasitas besar. Semakin besar gudangnya, semakin banyak glukosa yang dapat disimpan. Akibatnya, kadar gula yang beredar di dalam darah pun lebih mudah dikendalikan.

Sebaliknya, ketika seseorang jarang bergerak, massa otot akan menyusut. Gudang penyimpanan glukosa menjadi semakin kecil. Akibatnya, lebih banyak glukosa yang tetap beredar di dalam aliran darah sehingga gula darah cenderung lebih tinggi.

Itulah sebabnya para dokter dan ahli diabetes hampir selalu memasukkan aktivitas fisik sebagai salah satu pilar utama pengendalian diabetes, di samping pola makan, istirahat yang cukup, pengelolaan stres, dan penggunaan obat bila diperlukan.

Bagi diabetesi, berjalan kaki ternyata bukan sekadar membakar kalori. Latihan beban juga bukan hanya untuk membentuk tubuh. Yang jauh lebih penting, kedua jenis olahraga itu sedang memperbesar “gudang gula” di dalam tubuh.

Semakin rajin kita melatih otot-otot kaki, semakin besar pula kesempatan tubuh menyimpan glukosa di tempat yang semestinya, bukan membiarkannya terus mengalir di dalam darah.

Pengalaman Pak Risky mengingatkan kita bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai.

Mungkin hasilnya tidak datang dalam semalam. Namun, sedikit demi sedikit, langkah-langkah kecil yang dilakukan setiap hari dapat mengembalikan kekuatan otot, meningkatkan kualitas hidup, sekaligus membantu mengendalikan gula darah.

Karena itu, para diabetesi jangan sibuk bertanya, ‘’Berapa gula darah saya hari ini?’’

Tanyakan pada diri sendiri, “Apakah saya sudah memperbesar gudang gula hari ini?”(jto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *