RISKS.ID – PT Kobexindo Tractors Tbk memperluas pasar alat berat bertenaga listrik melalui pengiriman perdana Shantui Wheel Loader Electric LE60-X5. Unit kelas 6 ton tersebut dikirim kepada salah satu pelanggan di Sumatera untuk mendukung aktivitas pertambangan, konstruksi, dan agribisnis.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Kobexindo dalam menghadirkan alternatif alat berat yang lebih hemat energi. Perseroan menilai kebutuhan terhadap mesin dengan biaya operasional efisien semakin terbuka seiring industri menghadapi tantangan biaya bahan bakar dan tuntutan pengurangan emisi.
Direktur Utama Kobexindo Group Andry B. Limawan mengatakan produk tersebut melengkapi portofolio elektrifikasi perusahaan yang sebelumnya mencakup forklift listrik Jungheinrich dan hybrid dump truck Tonly.
“Untuk merespons kebutuhan pasar terhadap alat berat berkualitas tinggi dengan biaya operasional yang lebih efisien serta mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan, Kobexindo kembali memperkenalkan alat berat bertenaga listrik melalui Shantui Wheel Loader Electric LE60-X5,” ujar Andry.
LE60-X5 memiliki kapasitas bucket 4,4 meter kubik. Kapasitas tersebut lebih besar dibandingkan model sebelumnya yang mencapai 3 meter kubik.
Dalam pemakaian normal, unit dapat beroperasi sekitar 6–8 jam dengan waktu pengisian baterai sekitar satu jam. Karakteristik tersebut memberikan peluang bagi pengguna untuk mengoptimalkan konsumsi energi dalam kegiatan operasional.
Kobexindo juga menyiapkan dukungan purna jual melalui jaringan 16 cabang yang mencakup layanan perbaikan dan ketersediaan suku cadang. Dukungan ini menjadi faktor penting bagi pelanggan yang menggunakan alat berat secara intensif.
Andry berharap kehadiran produk baru tersebut dapat memperkuat penjualan perusahaan sekaligus memperbesar kontribusi alat berat listrik di pasar domestik.
“Masuknya produk baru ini kami harapkan dapat memperkuat momentum pertumbuhan penjualan hingga akhir tahun sekaligus meningkatkan daya saing Perseroan di pasar domestik,” katanya.
Kobexindo melihat elektrifikasi sebagai salah satu arah perkembangan industri alat berat. Perusahaan pun terus membuka peluang menghadirkan solusi yang menggabungkan produktivitas, efisiensi energi, dan kebutuhan operasional yang lebih berkelanjutan.






