RISKS.ID – Pemerintah Indonesia dan Freeport-McMoRan (FCX) menyepakati sejumlah perubahan terkait masa depan operasi tambang Grasberg di Papua Tengah. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman yang menjadi dasar perubahan IUPK PT Freeport Indonesia (PTFI).
Salah satu poin pentingnya adalah rencana tambahan kepemilikan Indonesia di PTFI. FCX akan menyerahkan 12 persen saham kepada pemerintah pada 2041 tanpa biaya pembelian, sehingga porsi kepemilikan Indonesia diproyeksikan mencapai 63 persen.
Saat ini, pemerintah melalui MIND ID menguasai 51,23 persen saham PTFI. Sementara FCX memiliki 48,76 persen dan akan mempertahankan kepemilikan tersebut hingga 2041.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan kelanjutan operasi Grasberg diperlukan agar manfaat ekonomi dari aktivitas pertambangan tetap berjalan setelah 2041.
“Intinya adalah kalau tambang itu berhenti di 2041, tidak ada yang diuntungkan. Pemerintah juga rugi, tidak ada pemasukan lagi dari Freeport. Karyawan 30 ribu juga nggak ada lagi,” ujar Tony.
Selain aspek kepemilikan, kesepakatan tersebut mencakup peningkatan manfaat bagi masyarakat Papua. PTFI akan mendukung pembangunan rumah sakit baru serta dua fasilitas pendidikan yang berfokus pada bidang medis.
Perusahaan juga menyiapkan peningkatan kegiatan eksplorasi untuk mencari potensi sumber daya tambang baru. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan operasi sekaligus membuka peluang pengembangan sumber daya jangka panjang.
Di sektor hilirisasi, produk hasil pengolahan tembaga dan logam mulia tetap akan dipasarkan di Indonesia. PTFI juga membuka peluang memperluas pemasaran tembaga olahan ke Amerika Serikat jika permintaan dari negara tersebut meningkat.
Namun, perpanjangan operasi belum otomatis berlaku. Pemerintah masih perlu menerbitkan perubahan IUPK sesuai hasil pembahasan. PTFI sebelumnya telah mengajukan permohonan perpanjangan kepada Kementerian ESDM pada Juni 2026.
Bagi pemerintah, kelanjutan operasi Grasberg berpotensi menjaga penerimaan negara dan aktivitas ekonomi di Papua. Sementara bagi PTFI, kepastian masa operasi menjadi dasar untuk menyusun investasi dan eksplorasi jangka panjang.






