RISKS.ID – Google membeli kumpulan data milik Spirit Airlines senilai US$10 juta atau sekitar Rp166 miliar. Transaksi tersebut terungkap melalui dokumen pengadilan dalam proses kepailitan maskapai asal Amerika Serikat itu.
Spirit Airlines telah menghentikan seluruh penerbangannya pada Mei 2026. Setelah operasional berhenti, perusahaan mulai melepas berbagai aset untuk memenuhi proses restrukturisasi dan kepailitan.
Namun, nilai Spirit ternyata tidak hanya berada pada armada dan aset fisik. Data perusahaan juga menjadi komoditas bernilai bagi pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Dalam kesepakatan tersebut, Google memperoleh beragam arsip internal Spirit. Isinya mencakup email, komunikasi perusahaan, spreadsheet, hingga informasi transaksi pelanggan.
Data pemesanan penerbangan dan program frequent flyer turut termasuk dalam paket. Informasi sumber daya manusia juga menjadi bagian dari kumpulan data yang dibeli Google.
Spirit mengatakan informasi yang dapat mengidentifikasi individu telah dihapus sebelum data tersebut dijual.
“Spirit Airlines telah menghapus informasi yang dapat mengidentifikasi individu,” demikian keterangan perusahaan dalam dokumen terkait transaksi.
Pembelian ini memperlihatkan bagaimana data perusahaan yang ditinggalkan setelah berakhirnya bisnis dapat memiliki nilai baru di era AI. Bagi perusahaan teknologi, kumpulan informasi dalam skala besar dapat digunakan untuk membantu pengembangan serta pengujian sistem kecerdasan buatan.
Transaksi Spirit juga menunjukkan bahwa aset digital semakin menjadi bagian penting dalam proses kepailitan perusahaan, terutama ketika data memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali oleh industri teknologi.






