Banjir Superdahsyat di Nepal, Ratusan Orang Hilang, Tak Ada WNI Jadi Korban

banjir bandang nepal
Pemandangan mengerikan banjir bandang di Nepal. Foto: Guardian

RISKS.ID – Korban bencana longsor lumpur dan banjir bandang superdahsyat di dekat perlintasan perbatasan Gyirong (Jilong) antara China dan Nepal terus bertambah.

Laporan terbaru China Central Television (CCTV) mencatat jumlah korban hilang melonjak hingga 558 orang, termasuk 260 warga negara asing, serta tiga orang meninggal dunia pada Kamis (27/8). Data tersebut saat ini masih dalam proses pendataan dan verifikasi oleh pihak berwenang.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, bencana tersebut dilaporkan menyebabkan tiga korban jiwa dan 265 orang hilang. Kantor berita Xinhua mengabarkan bahwa longsor lumpur besar dipicu oleh banjir bandang yang terjadi di wilayah Nepal sejak Rabu (26/8) pagi.

Luapan Sungai Bhotekoshi di Rasuwa, wilayah pegunungan Nepal, meluas hingga menghancurkan pemukiman, bangunan, serta fasilitas pembangkit listrik tenaga air di sekitar perbatasan Shigatse, Tibet.

Laporan lain dari Kyodo menyebutkan total korban tewas akibat banjir bandang di perbatasan tersebut mencapai 160 orang. Otoritas Nepal mencatat setidaknya 384 orang hilang, dengan 290 di antaranya merupakan wisatawan asing yang berasal dari India, Malaysia, Jepang, Inggris, hingga Amerika Serikat.

Merespons peristiwa tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan hingga saat ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban meninggal maupun hilang.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan bahwa KBRI Dhaka dan KBRI Beijing terus memantau kondisi seluruh WNI di Nepal dan Tibet melalui jaringan lokal serta Konsul Kehormatan RI di Kathmandu.

Hingga saat ini, berdasarkan pemantauan dan komunikasi dengan pihak terkait, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak, ujar Heni pada Kamis (27/8).

Saat ini tercatat ada 45 WNI yang menetap di Nepal, dengan mayoritas berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan. Selain warga menetap, perhatian khusus juga diberikan kepada para wisatawan Indonesia yang tengah melakukan aktivitas pendakian gunung.

Untuk memastikan keselamatan, KBRI Dhaka menerbitkan imbauan kepada seluruh agen perjalanan agar segera membagikan data lokasi serta kondisi WNI yang dia pandu. Seluruh WNI di wilayah terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan, menjauhi lokasi bencana, dan mematuhi petunjuk otoritas setempat.

Dalam kondisi darurat, WNI yang berada di Nepal dapat menghubungi hotline KBRI Dhaka di nomor +880 161-4444-552. Sementara itu, WNI yang berada di wilayah China dapat menghubungi hotline KBRI Beijing melalui nomor +8618610455488.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *