Oleh: JOKO INTARTO
Diabetesi
PARA diabetesi pasti pernah mengalami hal ini: tiba-tiba emosi naik. Persoalan kecil terasa mengganggu. Bawaannya ingin marah saja.
Mengapa bisa begitu?
Jangan-jangan bukan semata-mata karena kita sedang kesal kepada seseorang. Bisa jadi ada persoalan lain di dalam tubuh yang sedang terjadi.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perubahan kadar gula darah dapat berhubungan dengan perubahan suasana hati, fungsi kognitif, dan respon emosional.
Gula darah yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman dan pada kondisi tertentu memengaruhi fungsi otak.
Ketika gula darah terlalu rendah atau hipoglikemia, tubuh akan mengeluarkan hormon seperti adrenalin dan kortisol sebagai mekanisme pertahanan untuk menaikkan kembali kadar gula darah. Akibatnya, seseorang bisa merasa gemetar, berkeringat, jantung berdebar, cemas, sulit berkonsentrasi, bahkan menjadi mudah tersinggung atau marah.
Sebaliknya, ketika gula darah terlalu tinggi atau hiperglikemia, tubuh juga bisa terasa tidak nyaman. Rasa haus, sering buang air kecil, lelah, mengantuk, sakit kepala, dan sulit berkonsentrasi dapat membuat seseorang lebih mudah tersinggung.
Karena itu, ketika tiba-tiba merasa emosi tanpa sebab yang jelas, jangan buru-buru melampiaskannya kepada orang lain. Coba periksa gula darah dengan glucometer.
Kalau Gula Darah Terlalu Tinggi
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan gula darah tinggi, jangan panik dan jangan pula mengambil tindakan secara sembarangan.
Pertama, ingat kembali apa yang baru saja dimakan dan diminum. Apakah ada makanan atau minuman yang mengandung banyak karbohidrat atau gula?
Kedua, minumlah air putih secukupnya untuk mencegah dehidrasi, kecuali dokter memberikan pembatasan cairan.
Ketiga, jika kondisi tubuh memungkinkan, aktivitas fisik ringan seperti berjalan dapat membantu penggunaan glukosa oleh otot. Tetapi jangan memaksakan olahraga jika gula darah sangat tinggi, tubuh sedang tidak sehat, atau terdapat keton.
Jika gula darah sangat tinggi dan disertai muntah, nyeri perut, napas cepat atau sulit bernapas, mengantuk berat, kebingungan, atau kondisi tubuh memburuk, segera cari pertolongan medis.
Kalau Gula Darah Terlalu Rendah
Hipoglikemia perlu segera ditangani karena gula darah yang terlalu rendah dapat membahayakan fungsi otak.
Jika orang tersebut masih sadar dan mampu menelan, segera konsumsi sekitar 15 gram karbohidrat cepat serap.
Misalnya tablet glukosa sesuai jumlah yang menghasilkan sekitar 15 gram karbohidrat, atau sumber gula cepat serap lainnya sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Tunggu sekitar 15 menit, kemudian periksa kembali gula darah. Jika masih rendah, ulangi penanganan tersebut.
Setelah gula darah kembali normal, bila waktu makan berikutnya masih cukup lama, konsumsi makanan ringan sesuai anjuran dokter untuk mencegah gula darah turun kembali.
Bagaimana kalau orang yang mengalami hipoglikemia sudah tidak sadar? Jangan dipaksa makan atau minum, karena dapat tersedak. Segera minta pertolongan medis. Jika tersedia dan memang sudah diresepkan, gunakan glukagon sesuai petunjuk yang telah diberikan tenaga kesehatan.
Gula Darah Harus Dijaga Tetap Stabil
Dari pengalaman sebagai diabetesi, saya semakin memahami bahwa menjaga gula darah bukan hanya urusan makanan.
Emosi juga perlu dijaga.
Marah dan stres dapat memicu keluarnya hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Hormon-hormon ini dapat meningkatkan produksi atau pelepasan glukosa dari hati dan membuat tubuh untuk sementara kurang sensitif terhadap insulin. Akibatnya, gula darah dapat ikut meningkat.
Karena itu, kita sebagai diabetesi harus berusaha mengendalikan emosi.
Caranya tentu berbeda pada setiap orang. Yang paling penting adalah menjaga gula darah sesuai target yang telah ditetapkan bersama dokter.
Bagi yang masih menggunakan obat atau insulin, patuhilah aturan pengobatan. Jangan menghentikan atau mengubah dosis sendiri.
Bagi yang sudah tidak menggunakan obat karena gula darahnya berhasil terkendali melalui perubahan pola hidup, jangan kemudian merasa sudah sembuh dan boleh kembali ke kebiasaan lama.(jto)






