RISKS.ID – PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) resmi memperluas basis manufakturnya di Indonesia lewat pengucuran investasi senilai US$155 juta atau setara Rp2,59 triliun. Langkah strategis ini direalisasikan melalui pembangunan fasilitas produksi fatty alcohol di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Peresmian ekspansi pabrik ini menegaskan peran UOI sebagai anchor investor utama di kawasan industri tersebut. Tambahan modal ini mencatatkan nilai investasi kumulatif UOI di KEK Sei Mangkei mencapai angka Rp9,31 triliun hingga pertengahan 2026.
Langkah korporasi ini tidak hanya menambah kapasitas manufaktur internal, tetapi juga memperkuat struktur hilirisasi industri oleokimia nasional. Fatty alcohol sendiri merupakan komoditas vital yang menjadi bahan baku pembuatan berbagai produk kebutuhan harian masyarakat.
Kehadiran pabrik baru ini turut memperkokoh dominasi ekspor UOI dari Sumatra Utara ke pasar global. Pada Semester I 2026, UOI menyumbang angka ekspor sebesar Rp7,14 triliun, atau mengambil porsi lebih dari separuh total ekspor kawasan yang menyentuh Rp13,78 triliun. Hasil olahan seperti fatty acid, glycerin, dan soap noodles telah merambah ke 42 negara tujuan utama, seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Prancis.
Pemerintah menyambut positif perluasan kapasitas manufaktur yang berorientasi ekspor ini. Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Edwin Manansang, menilai fasilitas ini berhasil membangun ekosistem industri yang solid di daerah.
“Ekspansi UOI menunjukkan bahwa KEK Sei Mangkei telah berkembang melampaui sekadar lokasi investasi menjadi sebuah ekosistem industri yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah maupun nasional. Di dalam kawasan ini, UOI memainkan peran penting sebagai salah satu investor utama,” puji Rizal Edwin.
Dari sisi manajemen, Indonesia dinilai memegang peranan pivotal dalam skema rantai pasok global perusahaan. Chief Supply Chain Officer Unilever Willem Uijen menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan untuk terus tumbuh bersama industri dalam negeri.
“Sebagai perusahaan yang telah hadir di Indonesia selama lebih dari 90 tahun, Unilever sepenuhnya mendukung visi nasional tersebut. Indonesia memiliki modal lengkap untuk menjadi pusat manufaktur global, seperti sumber daya melimpah, SDM kompetitif, ekosistem kewirausahaan yang kuat, dan infrastruktur modern,” tegas Willem.
Ekspansi ini diproyeksikan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Utara sekaligus memperkuat daya saing industri olahan kelapa sawit Indonesia di arena internasional.






