Kemenkeu Ambil Alih Utang Whoosh

Kemenkeu siapkan BUMN SMV untuk kelola skema kewajiban utang proyek Whoosh. Foto ilustrasi/RISKS.ID

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersiap mengambil alih skema penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Whoosh dari Badan Pengelola Investasi Danantara.

Proses serah terima pengelolaan aset dan kewajiban finansial tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan September ini.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, pemerintah akan menugaskan Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu, seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau Indonesia Investment Authority (INA), untuk mengelola beban utang tersebut.

“Ada dua kemungkinan, mungkin kita pakai SMI dan INA, atau mungkin satu juga. Ternyata cicilannya tidak gede-gede amat, seharusnya satu SMV saja cukup,” ungkap Purbaya di Jakarta.

Purbaya menilai beban angsuran utang Whoosh masih cukup aman untuk dikelola fiskal negara.

Hal ini lantaran skema pembiayaan telah melalui proses restrukturisasi dengan jangka waktu tenor mencapai 80 tahun.

Melalui tenor panjang tersebut, nilai angsuran tahunan yang perlu dibayarkan berkisar Rp1 triliun.

Pola ini dinilai tidak akan memberatkan kas negara secara mendadak serta menjaga keberlanjutan operasional moda transportasi cepat tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *