Prakiraan Cuaca Hari Ini, Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan hingga Potensi Hujan Lebat di Sumatera

hujan lebat

RISKS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca terkini untuk sejumlah wilayah di Indonesia pada Senin (14/9). Sebagian besar wilayah di tanah air diprakirakan mengalami kondisi berawan, berawan tebal, hingga cerah berawan.

Prakirawan cuaca BMKG Lintang menjelaskan bahwa kondisi berawan hingga cerah berawan umumnya mendominasi Pulau Jawa, Samarinda di Kalimantan Timur, serta sebagian besar wilayah Indonesia bagian timur.

Bacaan Lainnya

“Untuk bagian barat Indonesia, waspada terdapat potensi hujan ringan di Medan (Sumatera Utara), Padang (Sumatera Barat), dan Tanjung Pinang (Kepulauan Riau),” ujar Lintang dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/9).

Lintang menambahkan bahwa potensi asap atau kabut perlu diwaspadai di Manokwari, Papua Barat. Selain itu, kondisi udara kabur diperkirakan terjadi di sebagian besar kawasan Sumatera, Pontianak di Kalimantan Barat, serta Banjarmasin di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, wilayah Palangka Raya di Kalimantan Tengah dan Tanjung Selor di Kalimantan Utara juga berpotensi diselimuti asap atau kabut.

Masyarakat yang berada di wilayah barat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Lintang mengingatkan publik untuk mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau.

Mengenai fenomena atmosfer terkini, BMKG memantau adanya kemunculan bibit Siklon Tropis 98W di daratan Kamboja. Namun, sistem tersebut memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan tidak memberikan dampak signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia.

Selain itu, sirkulasi siklonik juga terbentuk di Samudera Pasifik timur Filipina. Meskipun meningkatkan potensi hujan di wilayah sekitarnya, sirkulasi ini dipastikan tidak berdampak signifikan terhadap wilayah tanah air.

Di sisi lain, BMKG mengimbau sektor pelayaran dan masyarakat pesisir untuk mengantisipasi adanya peningkatan kecepatan angin permukaan. Peningkatan tersebut terpantau di perairan selatan Indonesia, Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Timur, Laut Sawu, Laut Arafuru, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Halmahera, hingga perairan utara Papua.

“Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian gelombang laut di wilayah sekitarnya,” kata Lintang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *