Harga Cabai Melonjak, Ibu Rumah Tangga Menjerit

Pedagang saat bertransaksi komoditas cabai yang harganya melambung. Foto ilustrasi/RISKS.ID

RISKS.ID – Harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional meroket tajam dalam beberapa hari terakhir.

Lonjakan harga paling signifikan terjadi pada jenis cabai rawit merah yang menembus level tertinggi dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, sehingga menguras kantong konsumen dan memicu keluhan para pedagang.

Bacaan Lainnya

Kenaikan harga ini dipicu oleh terbatasnya pasokan dari daerah sentra produksi akibat faktor cuaca ekstrem yang mengganggu masa panen petani.

Intensitas hujan yang tidak menentu menyebabkan penurunan kualitas hasil panen, sehingga distribusi ke pasar-pasar induk terhambat dan pasokan harian berkurang drastis.

Sejumlah pedagang pasar mengaku harus menyesuaikan harga jual eceran demi menutupi peningkatan modal pembelian dari pedagang besar.

Penurunan volume penjualan tidak terhindarkan karena konsumen, khususnya pelaku usaha kuliner dan ibu rumah tangga, mulai memangkas kuantitas pembelian harian mereka secara signifikan.

Meraspon kondisi tersebut, para pedagang berharap pemerintah melalui dinas terkait segera mengintervensi pasar.

Langkah penyeimbangan pasokan melalui operasi pasar maupun kelancaran rantai distribusi antarwilayah dinilai krusial untuk menahan laju kenaikan harga agar tidak memicu inflasi pangan yang lebih luas.

Jika pasokan dari daerah penghasil tidak kunjung pulih dalam pekan ini, harga cabai diproyeksikan masih bertahan tinggi.

Kondisi ini menuntut langkah cepat dari otoritas terkait agar stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga dan daya beli masyarakat di tingkat akar rumput tidak semakin tertekan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *