Harga Cabai Konsumen Masih Tinggi Jelang Nataru

Pedagang saat bertransaksi komoditas cabai yang harganya melambung. Foto ilustrasi/RISKS.ID

RISKS.ID – Harga cabai di tingkat konsumen tercatat masih melambung tinggi meski harga jual di tingkat petani mulai melandai dalam dua pekan terakhir.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga cabai rawit merah di pasar masih bertengger di angka Rp102.950 per kilogram.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini dipicu oleh rantai pasok yang panjang dari petani ke konsumen serta gangguan cuaca ekstrem. Kekeringan di sejumlah wilayah membuat produksi cabai tertekan dan hanya mencapai sekitar 50 persen dari total potensi panen.

Dewan Pertimbangan Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI), Tunov Mondro Atmodjo, menjelaskan bahwa harga di tingkat petani sebenarnya sudah mengalami penurunan cukup signifikan.

“Dari kisaran Rp60.000 per kilogram, harganya kini berada di rentang Rp42.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Namun, penurunan signifikan di pasar butuh waktu karena produksi belum maksimal,” kata Tunov.

Guna menekan lonjakan harga di pasar lokal, ACCI bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Bank Indonesia, dan pemda menggelar operasi pasar murah di berbagai wilayah, termasuk Jakarta.

Langkah ini diambil untuk memotong rantai distribusi agar cabai bisa langsung disalurkan dari kelompok tani ke konsumen.

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok pangan nasional aman menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.

Sekretaris Utama Bapanas, Ito Hediarto, menegaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga kelancaran distribusi logistik antar wilayah.

“Pasokan secara nasional mencukupi. Kami mengoptimalkan Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) untuk menyalurkan cabai dari daerah surplus ke wilayah yang mengalami kenaikan harga ekstrem,” tegas Ito.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *