Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Kementan Siapkan Stabilisasi

Ilustrasi pedagang cabai di pasar tradisional. Foto IST/RISKS.ID

RISKS.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bergerak cepat merespons lonjakan harga cabai rawit merah yang kini menembus angka Rp100.000 per kilogram.

Pemerintah berkomitmen untuk segera melangsungkan langkah stabilisasi guna menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika pasar.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 5 Oktober 2026, harga cabai rawit merah naik 1,05 persen atau Rp1.050 hingga mencapai Rp100.700 per kilogram.

Selain cabai rawit merah, jenis cabai lain juga merangkak naik.

Cabai merah besar melonjak 7,67 persen menjadi Rp63.150 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting naik 4,62 persen menjadi Rp74.700 per kilogram.

Menyikapi lonjakan tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan di berbagai daerah secara bertahap.

Ia telah menginstruksikan jajarannya untuk memantau pergerakan harga secara berkala.

“Pasti saya minta nanti Deputi stabilisasi untuk turun cek,” ujar Amran.

Ia menambahkan bahwa penanganan terhadap kenaikan harga ini harus dilakukan dengan cepat dan menyeluruh. “Harus langsung ditindak lanjut,” tegasnya.

Selain persoalan cabai, Mentan juga menyoroti anomali harga pada komoditas daging ayam.

Ia mencatat adanya ketimpangan tajam di mana harga di tingkat peternak turun drastis, namun harga di tingkat konsumen tetap bertahan tinggi.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Kementan akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Pemerintah memastikan program stabilisasi pangan terus berjalan untuk menjaga keseimbangan harga antara produsen dan konsumen.

“Cabai, ayam jangan sampai harga di tingkat konsumen tinggi, padahal tingkat produsen rendah,” pungkas Amran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *