Kemendag Boyong Produk Pilihan Busan ke Lokapasar

Menteri Perdagangan Budi Santoso hadir saat meresmikan kampanye UMKM di Surakarta. Foto dok Biro Humas Kemnaker/RISKS.ID

RISKS.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menjalin kolaborasi strategis bersama platform Tokopedia dan TikTok Shop untuk membawa produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terkurasi dalam program “Pilihan Busan” ke ranah niaga elektronik.

Langkah ini menjadi momentum penting untuk mendorong ekspansi pasar komoditas lokal melalui pemanfaatan ekosistem digital dan social-commerce.

Bacaan Lainnya

Dilansir kemnaker.go.id, peluncuran program yang berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah, tersebut menjadi bagian dari kampanye bersama guna memperkuat posisi produk dalam negeri di pasar domestik.

Pemanfaatan fitur modern seperti live shopping dan konten kreatif diharapkan mampu mendongkrak penjualan serta visibilitas para pelaku usaha lokal.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa fasilitas etalase digital ini dihadirkan untuk mempermudah konsumen menemukan produk UMKM berkualitas.

Pemerintah berkomitmen untuk terus membuka jalan bagi pelaku usaha agar dapat menguasai pasar nasional.

“Kami fasilitasi UMKM untuk memperluas pasar melalui etalase di Tokopedia dan TikTok Shop. Dengan dukungan ekosistem lokapasar dan social-commerce, produk-produk UMKM akan makin mudah dicari,”  ujar Budi.

Program Pilihan Busan sendiri merupakan inisiatif kurasi berkala yang mengenalkan berbagai produk unggulan kepada tamu nasional maupun mancanegara.

“Kami harap, cara ini dapat membuat produk-produk lokal dapat menguasai pasar dalam negeri,” lanjutnya.

 Melalui integrasi ke dalam fitur Beli Lokal di Tokopedia dan TikTok Shop, produk terpilih kini mendapatkan promosi khusus serta penempatan strategis di laman utama.

Executive Director of Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, menyambut baik kepercayaan pemerintah dalam memanfaatkan platform digitalnya.

“Melalui kolaborasi Beli Lokal dan Pilihan Busan, kami memberikan akses dan visibilitas yang lebih luas kepada penjual lokal terkurasi. Makin banyak konsumen dapat menemukan produk berkualitas dari penjual tepercaya,” kata Stephanie.

Langkah sinergis ini juga selaras dengan implementasi Permendag Nomor 19 Tahun 2026 yang mengamanatkan pengutamaan produk dalam negeri pada seluruh platform digital.

Diharapkan, penguatan ekosistem ini dapat terus memacu daya saing dan kapasitas produksi UMKM secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *