RISKS.ID – Indonesia mendorong BRICS memperkuat kerja sama perdagangan. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan hal itu usai BRICS Trade Ministers’ Meeting (TMM) di Jaipur, India, Jumat (7/8/2026).
Menurut Budi, sebagian besar substansi pembahasan telah disepakati. Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan pernyataan bersama.
“Indonesia mendukung penuh berbagai inisiatif konkret BRICS yang memperkuat perdagangan, mulai dari memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM, membangun nilai pasok yang lebih tangguh, serta mendorong transformasi digital,” kata Budi, dalam keterangannya.
Pertemuan membahas perdagangan multilateral, internasionalisasi UMKM, rantai nilai global, serta perdagangan jasa digital.
Indonesia menilai digitalisasi dokumen dan akses pembiayaan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha. Budi menegaskan pentingnya sistem perdagangan yang adil, terbuka, transparan, inklusif, dan berbasis aturan.
“BRICS perlu terus menghadirkan kerja sama nyata yang memberikan manfaat langsung bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang,” tegasnya.






