RISKS.ID – Pelaku usaha Indonesia dan Belarus menyepakati komitmen bisnis senilai Rp7 triliun melalui penandatanganan lima Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia-Belarus di Minsk, Belarus.
Kesepakatan tersebut ditandatangani bersamaan dengan penandatanganan Agreed Minutes SKB ke-8 Indonesia-Belarus Bidang Kerja Sama Ekonomi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich.
Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/5), Airlangga mengatakan hasil kesepahaman tersebut harus segera diwujudkan dalam langkah konkret untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
“Kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB ini harus dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus,” ujar dia.
Lima MoU yang disepakati meliputi kerja sama antara PT Pupuk Indonesia dengan Nedra Nezhin, kemudian PT Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Minsk Dairy Plant No. 1, Energi Complekt, OJSC Dolomite, dan Belindo Trade.
Penandatanganan Agreed Minutes menjadi penanda komitmen kedua negara untuk memperkuat implementasi kerja sama ekonomi yang telah dibahas dalam SKB ke-8 Indonesia-Belarus.
Kesepakatan itu juga diharapkan memastikan seluruh agenda kerja sama dapat ditindaklanjuti secara lebih sistematis dan menghasilkan dampak nyata bagi kedua negara.
Dalam forum tersebut, Indonesia dan Belarus membahas berbagai potensi kerja sama di sejumlah sektor strategis. Bidang yang dibahas mencakup perdagangan, investasi, industri, pertanian dan ketahanan pangan, kehutanan, perbankan, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, olahraga, hingga pariwisata.
Airlangga menilai Agreed Minutes dapat menjadi instrumen penting untuk mempercepat realisasi berbagai proyek kerja sama yang siap diimplementasikan.
Sementara itu, Viktor Karankevich menegaskan komitmen Belarus untuk terus memperdalam hubungan ekonomi dengan Indonesia, khususnya pada sektor industri, pertanian, dan teknologi.
Dia juga menyatakan Belarus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi dunia usaha kedua negara.
Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut antara lain Duta Besar RI untuk Moskow Jose Antonio Morato Tavares, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga, serta Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri Punjul Setya Nugraha.
Selain itu, hadir pula perwakilan kementerian dan lembaga terkait, APINDO, serta KADIN Indonesia






