Luhut Minta Investor Tak Ragu Tanam Modal di Indonesia

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan minta investor tidak ragu menanamkan modalnya di Indonesia. Foto istimewa/RISKS.ID

RISKS.ID – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengajak jajaran investor domestik maupun internasional untuk tidak ragu menanamkan modalnya di Indonesia.

Ia optimistis bahwa daya tahan fundamental serta prospek ekonomi nasional jangka panjang tetap berada di posisi yang sangat kokoh.

Bacaan Lainnya

Himbauan tersebut disampaikan Luhut saat membukakan pandangan dalam ajang Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta. Ia menekankan bahwa pemerintah terus membenahi tata kelola, iklim industri, hingga sumber daya manusia guna merespons berbagai dinamika global.

“Pesan saya kepada para investor sangat jelas dan sederhana. Jangan ragu untuk berinvestasi di Indonesia. Seperti yang saya sampaikan di Universitas Tsinghua, Beijing, bulan lalu, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan prospek jangka panjang Indonesia juga kuat,” ujar Luhut.

Menurut Luhut, hilirisasi nikel, baterai, kendaraan listrik, serta pemanfaatan bioteknologi di sektor pertanian menjadi bagian pokok dari transformasi struktur ekonomi nasional.

Ia mendorong investor untuk bergeser dari sekadar penyedia modal menuju kemitraan berbasis inovasi bersama.

“Kita harus mengakui persoalan tersebut dan menyelesaikannya. Namun, Indonesia tidak akan kolaps. Kita terus membangun industri, memperbaiki tata kelola, dan mengembangkan sumber daya manusia,” tegasnya.

Sejalan dengan penguatan iklim investasi, pengembangan sektor energi bersih turut digenjot.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menegaskan kelimpahan cadangan energi terbarukan yang dimiliki Indonesia, mulai dari panas bumi, surya, hingga hidro.

Di tempat yang sama, PT PLN (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan organisasi internasional The Climate Group untuk mengembangkan ekosistem produk energi hijau yang kredibel.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa kemitraan ini dirancang guna memfasilitasi kebutuhan korporasi global yang menuntut pasokan listrik ramah lingkungan dan transparan secara internasional.

“PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga membangun ekosistem energi yang mampu menjawab kebutuhan investasi dan pertumbuhan industri. MoU dengan The Climate Group menjadi bagian dari upaya strategis untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan global terhadap energi terbarukan dengan pengembangan solusi energi hijau di Indonesia,” papar Darmawan.

Ia mencatat, adopsi Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN tumbuh pesat mencapai 18.715 pelanggan dengan volume energi 6,43 TWh pada 2025, melonjak drastis dari periode 2024 yang tercatat 7.354 pelanggan.

Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy menambahkan bahwa cakupan kerja sama ini meliputi asistensi teknis, penguatan kapasitas SDM, riset tata kelola ketenagalistrikan, hingga formulasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

“Kami akan mengembangkan produk energi hijau melalui studi, asistensi teknis, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia,” kata Rozy.

CEO The Climate Group Helen Clarkson turut mengapresiasi potensi besar Indonesia. Ia menilai investasi swasta pada proyek energi bersih akan menjadi kunci utama dalam mempercepat transisi energi sekaligus mendongkrak daya saing ekonomi nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *