RISKS.ID – Kementerian Koperasi memproyeksikan kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mampu pangkas pengeluaran rumah tangga masyarakat sebesar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu setiap bulan.
Efisiensi tersebut tercipta berkat skema penyaluran komoditas bersubsidi langsung melalui jaringan koperasi lokal di seluruh Indonesia.
Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi menjelaskan bahwa potensi penghematan ini didapat karena masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok sesuai harga resmi pemerintah.
Berbagai barang esensial seperti elpiji 3 kilogram, beras SPHP, Minyakita, hingga pupuk bersubsidi akan didistribusikan secara terintegrasi agar tepat sasaran kepada warga yang berhak.
Pernyataan tersebut disampaikan Zabadi dalam acara Wisuda Ke-34 Universitas Nusa Bangsa di Bogor pada Sabtu (17/10/2026). Selain menyalurkan barang subsidi, instansi ini merancang koperasi desa sebagai penampung atau offtaker produk lokal.
Langkah ini diambil untuk menyerap hasil pertanian dan perikanan saat harga pasar merosot, sehingga petani tetap mendapatkan jaminan harga yang adil.
Inisiatif pengembangan Kopdes Merah Putih juga dirancang sebagai fondasi infrastruktur penyaluran bantuan pangan, pembiayaan, hingga alat pertanian di tingkat kelurahan.
Proyek strategis yang mencakup lebih dari 83.000 koperasi ini diperkirakan bakal menyerap 1 juta hingga 1,5 juta tenaga kerja baru.
Kemenkop pun mengajak jajaran perguruan tinggi dan lulusan sarjana untuk aktif terlibat memperkuat inovasi serta model bisnis koperasi di berbagai daerah.






