Chery Catat Rekor Penjualan di GIIAS 2025: Lonjakan 113% dan Dominasi Kendaraan Ramah Lingkungan

RISKS.ID – Cheri catat penjualan di GIIAS 2025 mencapai 2.153 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Angka ini melonjak fantastis sebesar 113% dibandingkan tahun sebelumnya (1.009 SPK). Angka ini bahkan melampaui target awal mereka sebesar 2.000 SPK.

Yang menarik, catatan penjualan di GIIAS 2025 hampir 80% datang dari kendaraan berbasis New Energy Vehicle (NEV), termasuk Chery Super Hybrid (CSH) dan kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV). Fakta ini menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat Indonesia menuju mobilitas yang lebih hijau dan efisien.

Bacaan Lainnya

Dominasi Teknologi Hijau: CSH dan BEV Jadi Primadona

Lini Chery Super Hybrid (CSH) menjadi penyumbang terbesar dengan 44% dari total SPK, diikuti BEV (35%) dan mesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) sebesar 21%.

“Pencapaian ini membuktikan bahwa pasar Indonesia telah siap menerima teknologi elektrifikasi,” ujar Rifkie Setiawan, Head of Brand & Marketing Department PT Chery Sales Indonesia.

Tiga model terlaris Chery di GIIAS 2025 adalah:
1. TIGGO 8 CSH (24% SPK) – SUV 7-seater plug-in hybrid (PHEV) yang mengukuhkan diri sebagai pemimpin pasar.
2. Chery J6 BEV (22% SPK) – Hatchback listrik yang digemari urban.
3. TIGGO Cross CSH Hybrid (16% SPK) – SUV hybrid yang meraih penghargaan “Favorite Hybrid Vehicle” di GIIAS 2025.

“TIGGO Cross CSH Hybrid bukan hanya irit (30,3 km/liter), tapi juga mampu menempuh 1.000 km sekali isi bahan bakar. Harganya pun kompetitif, mulai Rp299,9 juta,” tambah Rifkie.

Strategi Pameran yang Membuat Pengunjung Terpukau

Keberhasilan Chery tidak lepas dari strategi branding yang matang. Booth seluas 1.428 m² dengan tema “New Technology, New Integration, New Mission” berhasil menarik perhatian pengunjung. Sepuluh model dipajang, termasuk TIGGO 9 CSH dan E5 BEV, dengan pengalaman interaktif seperti test drive virtual dan simulasi fitur canggih.

“Sengaja kami desain booth ini futuristik, karena Chery ingin memperkenalkan masa depan mobilitas Indonesia,” jelas Rifkie.

Apa Arti Kesuksesan Ini bagi Pasar Otomotif Nasional?

Pencapaian Chery di GIIAS 2025 bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa:
1. Konsumen Indonesia semakin sadar lingkungan – Lonjakan permintaan hybrid dan BEV menunjukkan kesiapan transisi menuju kendaraan rendah emisi.
2. Persaingan segmen elektrifikasi semakin ketat – Chery berhasil merebut pangsa pasar dari merek-merek mapan berkat harga kompetitif dan teknologi mutakhir.
3. Pameran otomotif tetap relevan – Meski tren belanja online meningkat, GIIAS membuktikan bahwa experiential marketing masih efektif.

Tantangan

Meski sukses, Chery masih harus menjawab beberapa tantangan, seperti:
– Infrastruktur pengisian daya BEV yang belum merata.
– Edukasi konsumen tentang perawatan kendaraan elektrifikasi.
– Persaingan dengan merek lain yang juga agresif meluncurkan produk NEV.

“Kami akan terus berinovasi, karena kebutuhan pelanggan adalah prioritas utama,” tutup Rifkie.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *