Lelang Perdana SUN 2026 Raup Rp40 Triliun

SUN

RISKS.ID – Lelang perdana Surat Utang Negara (SUN) pada 2026 mencatatkan minat investor yang sangat tinggi. Total penawaran masuk mencapai Rp90,96 triliun, jauh melampaui lelang terakhir 2025 yang mencetak rekor Rp64,21 triliun.

Dari sembilan seri SUN yang dilelang pada 6 Januari 2026, pemerintah berhasil menyerap dana sebesar Rp40 triliun. Realisasi tersebut melampaui target indikatif yang ditetapkan sebesar Rp33 triliun.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan di Jakarta, Rabu, penawaran tertinggi tercatat pada seri SPN12270107.

Seri penerbitan baru tersebut menerima penawaran Rp17,04 triliun dan dimenangkan Rp5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,82000 persen dan jatuh tempo 7 Januari 2027.

Penawaran besar berikutnya datang dari seri FR0106 yang merupakan pembukaan kembali. Seri ini mencatat penawaran Rp16,35 triliun dan diserap Rp5,4 triliun dengan imbal hasil 6,35996 persen serta jatuh tempo 15 Agustus 2040.

Seri FR0108 juga mencatat minat tinggi dengan penawaran masuk Rp14,95 triliun dan dimenangkan Rp7,3 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang seri ini sebesar 6,07999 persen dengan jatuh tempo 15 April 2036.

Sementara itu, seri FR0109 menerima penawaran Rp10,78 triliun dan diserap Rp6,55 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang tercatat 5,43508 persen dengan jatuh tempo 15 Maret 2031.

Untuk seri SPN03260408, penawaran masuk tercatat Rp8,95 triliun dan dimenangkan Rp1,75 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbangnya sebesar 4,70000 persen dengan jatuh tempo 8 April 2026.

Seri FR0107 mencatatkan penawaran Rp7,67 triliun dan diserap Rp5,2 triliun dengan imbal hasil 6,48858 persen serta jatuh tempo 15 Agustus 2045.

Ada pun seri SPN01260207 menerima penawaran Rp6,8 triliun dan dimenangkan Rp2,4 triliun dengan imbal hasil 4,63000 persen dan jatuh tempo 7 Februari 2026.

Di sisi lain, seri berjangka panjang FR0102 mencatat penawaran Rp4,56 triliun dan diserap Rp3,05 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbangnya mencapai 6,69968 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2054.

Terakhir, seri FR0105 menerima penawaran Rp3,86 triliun dan dimenangkan Rp3,35 triliun. Seri ini menawarkan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,74830 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2064.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *