RISKS.ID – Pemerintah berhasil menyerap dana sebesar Rp30,3 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada Selasa (12/5). Nilai tersebut diperoleh di tengah tingginya minat investor yang tercermin dari total penawaran masuk mencapai Rp51,39 triliun.
Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (13/5), serapan terbesar berasal dari seri FR0106.
Seri FR0106 yang merupakan pembukaan kembali (reopening) dimenangkan sebesar Rp4,45 triliun dari total penawaran masuk Rp4,89 triliun. Seri tersebut menawarkan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,83981 persen dengan jatuh tempo pada 15 Agustus 2040.
Serapan besar berikutnya berasal dari seri FR0107 yang menyerap dana Rp4,4 triliun dari penawaran masuk Rp5,18 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan tercatat 6,82996 persen dengan tenor hingga 15 Agustus 2045.
Pemerintah juga menyerap Rp4,3 triliun dari seri FR0102 dengan total penawaran masuk Rp4,72 triliun. Seri tersebut memberikan yield rata-rata tertimbang sebesar 6,91932 persen dan jatuh tempo pada 15 Juli 2054.
Sementara itu, seri FR0108 berhasil menyerap dana Rp4,2 triliun dari penawaran masuk Rp7,48 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan mencapai 6,72993 persen dengan jatuh tempo 15 April 2036.
Untuk seri SPN01260617 yang merupakan penerbitan baru, pemerintah memenangkan nominal Rp3,85 triliun dari penawaran masuk Rp4,19 triliun. Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5,25000 persen dengan jatuh tempo 17 Juni 2026.
Seri FR0109 turut menyumbang serapan Rp3,35 triliun meski mencatat penawaran masuk terbesar mencapai Rp14,98 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,67889 persen dengan jatuh tempo 15 Maret 2031.
Kemudian, pemerintah menyerap Rp3,1 triliun dari seri FR0105 yang memperoleh penawaran masuk Rp4,05 triliun. Seri tersebut menawarkan yield rata-rata tertimbang sebesar 6,92980 persen dan jatuh tempo 15 Juli 2064.
Untuk seri SPN12260813, pemerintah hampir menyerap penuh nilai penawaran dengan nominal Rp1,65 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan tercatat 5,90000 persen dengan jatuh tempo 13 Agustus 2026.
Adapun seri terakhir, yakni SPN12270517 yang merupakan penerbitan baru, berhasil menyerap Rp1 triliun dari penawaran masuk Rp4,26 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,15000 persen dengan jatuh tempo 17 Mei 2027.






