Tiga Petinggi Iran Ambil Alih Tugas Pemimpin Tertinggi Pascagugurnya Ayatollah Ali Khamenei

ali khamenei
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Foto: IRNA

RISKS.ID – Kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan rudal gabungan Amerika Serikat dan Israel mengguncang struktur kekuasaan di Iran. Tak butuh waktu lama, mekanisme darurat langsung dijalankan.

Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Mokhber memastikan bahwa kekosongan jabatan Pemimpin Tertinggi akan diisi sementara oleh tiga pejabat tinggi negara.

Bacaan Lainnya

“Presiden, ketua pengadilan, dan seorang anggota Dewan Wali akan menjalankan tugas Pemimpin Tertinggi di masa kekosongan jabatan,” demikian dikutip dari kantor berita resmi IRNA.

Serangan yang terjadi Sabtu pagi (28/2) waktu setempat itu disebut dilancarkan oleh Amerika Serikat bersama Israel, menyasar sejumlah titik strategis termasuk Teheran. Selain menghantam infrastruktur penting, serangan tersebut juga menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Khamenei dikonfirmasi gugur setelah rudal menghantam lokasi kerjanya. Pemerintah Iran menyebutnya sebagai “syahid” dalam menghadapi agresi musuh.

Tak tinggal diam, Teheran langsung membalas. Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah. Situasi pun kian memanas dan memicu kekhawatiran eskalasi konflik lebih luas.

Menyusul wafatnya Khamenei, pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta libur kerja selama tujuh hari.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Angkatan Darat Iran dalam pernyataan tertulisnya bersumpah akan membalas kematian pemimpin tertinggi tersebut. Sinyal keras itu menegaskan bahwa ketegangan belum akan mereda dalam waktu dekat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *