RISKS.ID – Angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan besar-besaran ke sejumlah target di Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Serangan tersebut terjadi dalam eskalasi terbaru konflik yang kian memanas, Rabu (1/4/2026).
Juru bicara markas pusat Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyebut serangan dilakukan dalam gelombang ke-89 operasi militer. Target utama mencakup wilayah Eilat, Tel Aviv, dan Bnei Brak dengan menggunakan rudal dan pesawat tanpa awak (UAV).
“Dalam gelombang ke-89 operasi tersebut, serangan rudal dan UAV dilakukan terhadap sejumlah wilayah,” ujar dia.
Selain itu, Iran juga menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain. Serangan tersebut dilaporkan berdampak pada sekitar 80 orang, dengan sebagian besar korban tewas maupun terluka.
Tak hanya itu, pasukan Iran juga menyerang kelompok helikopter Angkatan Darat AS di pangkalan Al-Adiri di Kuwait. Satu helikopter dilaporkan hancur, sementara beberapa lainnya mengalami kerusakan berat.
Serangan turut menyasar sistem pertahanan militer Amerika Serikat. Dua radar peringatan dini yang berada di wilayah maritim dan pulau-pulau milik Uni Emirat Arab dilaporkan ikut dihancurkan.
“Sejak pagi hari, tentara Iran telah menyerang konsentrasi pesawat pengisian bahan bakar udara milik AS yang ditempatkan di Bandara Ben Gurion menggunakan UAV serang serta menargetkan stasiun radar,” kata dia.
Eskalasi ini merupakan bagian dari rangkaian balasan Iran atas serangan sebelumnya. Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Serangan balasan Iran ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah pun menjadi penanda meningkatnya ketegangan yang berpotensi meluas di kawasan tersebut.






