LFLO Catat Laba Bersih Rp20,3 Miliar di 2025

Direktur Utama PT Imago Mulia Persada Tbk, Erlangga Ksatria saat hadir pada Publik Expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto MS Fahmi/RISKS.ID

RISKS.ID – PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp20,3 miliar. Raihan tersebut meningkat 31,32 persen dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai Rp15,5 miliar.

Kinerja tersebut memperlihatkan keberhasilan strategi pengembangan vertikal yang dijalankan Perseroan melalui ekosistem bisnis premium yang menaungi B&B Italia Indonesia, LAFLO, dan PITA. LFLO juga menegaskan komitmennya dalam menjalankan visi perusahaan “Enriching Lives, Creating Lasting Value”.

Direktur Utama PT Imago Mulia Persada Tbk, Erlangga Ksatria, mengatakan pertumbuhan laba bersih menjadi bukti bahwa sinergi ekosistem perusahaan mampu memperluas pasar sekaligus memperkuat loyalitas pelanggan.

“Kami hadir untuk menemani perjalanan hidup pelanggan secara utuh. Konsumen yang mencari hunian awal bertajuk affordable luxury diarahkan melalui PITA, lalu berkembang menuju absolute luxury bersama koleksi LAFLO,” ujar Erlangga dalam keterangannya.

Menurutnya, pendekatan tersebut berhasil memperkuat basis pelanggan sekaligus mendorong akselerasi penjualan pada segmen luxury furniture di Indonesia. Perseroan optimistis dapat memperluas penetrasi proyek-proyek developer premium sepanjang 2026.

Sepanjang 2025, LFLO juga melakukan sejumlah ekspansi strategis melalui pembukaan showroom baru LAFLO di Menteng, pengoperasian Flagship Store B&B Italia dan Valcucine, serta optimalisasi ruang ritel di kawasan SCBD Jakarta.

Dari sisi operasional, Perseroan turut mengimplementasikan sistem ERP Odoo guna meningkatkan presisi logistik dan kualitas layanan kepada pelanggan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga pengalaman premium bagi konsumen kelas atas.

Selain memperkuat bisnis ritel, LFLO juga agresif menambah portofolio merek internasional. Beberapa brand global yang dibawa masuk ke Indonesia antara lain Arclinea, Lasvit, dan Ralph Lauren Home, termasuk peluncuran lini B&B Italia Backstage dan HC28 Kitchen & Wardrobe.

“Penambahan portofolio eksklusif ini ditujukan untuk memperkuat fondasi ritel sekaligus memantapkan posisi perusahaan dalam proyek-proyek prestisius bersama developer ternama,” tambah Erlangga.

Dalam RUPS Tahunan, Perseroan juga menetapkan laba bersih tahun buku 2025 sebagai laba ditahan guna mendukung percepatan ekspansi strategis perusahaan ke depan.

Komisaris Utama PT Imago Mulia Persada Tbk, Alwi Rubidium Sjaaf, menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis LFLO juga dibarengi dengan komitmen terhadap keberlanjutan dan tata kelola perusahaan yang baik.

“Kemewahan sejati harus memiliki integritas. Selain menghadirkan desain yang responsif, material ramah lingkungan juga harus membawa dampak sosial positif bagi masyarakat dan kelestarian ekosistem,” kata Alwi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Bell Living Lab dalam pengembangan material berkelanjutan berbasis limbah kopi, serta dukungan terhadap karya desainer muda Studio Hendro Hadinata lewat Koleksi Rambu yang mengangkat budaya logam Sumba ke ranah kontemporer.

Memasuki 2026, LFLO juga akan menghadirkan platform PITA ALAM yang mengusung model kolaborasi pentahelix melibatkan pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media guna mempromosikan produk berbasis budaya Indonesia ke pasar global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *