Festival Shafara dan Digiwara 2026 Catat Transaksi Rp3,1 Miliar, Ekonomi Syariah Banten Kian Bergairah

dekranasda banten
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni (batik merah) menghadiri ajang Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Kota Tangerang Selatan. Foto: Pemprov Banten

RISKS.IDBank Indonesia Provinsi Banten mencatat total transaksi selama pelaksanaan Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Tangerang Selatan mencapai Rp3,1 miliar.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Ameriza Ma’ruf Moesa mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap festival ekonomi syariah tersebut sangat tinggi selama tiga hari pelaksanaan hingga penutupan acara.

Bacaan Lainnya

“Festival ini bertujuan untuk memperluas ekosistem ekonomi syariah. Potensi ekonomi syariah di Provinsi Banten cukup besar. Kantor Perwakilan BI akan terus berupaya memperluas ekosistem ekonomi syariah di seluruh daerah di Provinsi Banten,” kata Ameriza dalam keterangannya di Tangerang Selatan, Sabtu (23/5/2026).

Menurut dia, BI Banten juga tengah menyiapkan berbagai terobosan agar masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menjadikan Masjid Raya Bintaro sebagai pilot project pengembangan ekonomi syariah berbasis masjid.

“Programnya mengoptimalkan wakaf produktif untuk kerja UMKM semacam revolving fund atau dana bergulir. Kedua, kita dorong UMKM-nya juga. Ketiga, kita perkuat dari sisi edukasi,” ujarnya.

Ameriza menilai potensi ekonomi dan keuangan syariah di Banten masih sangat besar untuk terus berkembang. Namun, menurut dia, tantangan utama saat ini terletak pada aspek sosialisasi dan edukasi kepada para pelaku usaha.

“Makanya acara ini untuk memperkuat aspek sosialisasi dan edukasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengatakan, Festival Shafara dan Digiwara 2026 juga menjadi momentum memperkenalkan kekayaan wastra khas Banten kepada masyarakat luas.

Dia berharap kegiatan tersebut mampu memunculkan generasi muda kreatif yang dapat berkontribusi pada pengembangan ekonomi kreatif daerah.

“Jumlah dan variasi wastra Banten luar biasa. Kegiatan ini memantik desainer-desainer muda untuk menggunakan kearifan lokal wastra Banten,” katanya.

Dalam ajang Final Lomba Desainer Muda tingkat SMK, Alifia Zhafarina dari SMKN 3 Kota Tangerang berhasil meraih juara pertama.

Posisi juara kedua diraih Nur Anisa dari Jaya Buana, sedangkan Audrey Kinan dari SMKN 3 Kota Tangerang menempati posisi ketiga.

Festival Shafara dan Digiwara 2026 melibatkan 18 lembaga keuangan syariah, 35 pelaku UMKM, serta delapan brand kopi lokal.

Selain itu, terdapat pula Jawara Mart, supermarket yang menggandeng 114 pemasok produk UMKM dari seluruh wilayah Banten.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *