RAHASIA JINJIT

joko intarto

Oleh: JOKO INTARTO
Diabetesi

BANYAK diabetesi yang masih malas berolahraga, karena membayangkan olahraga itu berat, melelahkan, mandi keringat, atau harus pergi ke gym. Padahal, banyak jenis gerakan kecil dan ringan yang efektif untuk menurunkan gula darah. Salah satunya: jinjit!

Bacaan Lainnya

Jinjit adalah gerakan sederhana yang sering dianggap sepele. Ya, jinjit dilakukan dengan cara berdiri, lalu mengangkat tumit naik-turun berulang kali. Meski kelihatannya sederhana, gerakan kecil itu punya dampak positif yang luar biasa.

Pernahkah berpikir betapa hebatnya tumit kita? Bayangkan, setiap hari tumit menopang berat tubuh saat berdiri, berjalan, naik tangga, bahkan berlari dan melompat. Saat berjalan saja, tumit bisa menerima tekanan beberapa kali lebih besar dibanding berat badan kita sendiri. Apalagi saat berlari?

Hebatnya, tumit tidak langsung rusak. Hal ini karena Allah menciptakan tumit kita dengan struktur yang sangat menakjubkan.

Di dalam tumit terdapat: tulang, tendon, saraf, pembuluh darah, serta bantalan lemak berpori yang bekerja seperti shock absorber alami. Lapisan ini menyerap benturan setiap kali kaki menyentuh tanah. Tanpa bantalan tersebut, mungkin setiap langkah akan terasa menyakitkan.

Otot Betis: Jantung Kedua Tubuh
Para ahli bahkan sering menyebut otot betis sebagai “jantung kedua” tubuh bagian bawah.
Mengapa? Karena saat otot betis bergerak, ia membantu memompa darah dari kaki kembali ke jantung.

Bagi penderita diabetes, hal ini sangat penting. Sebab banyak diabetesi mengalami: sirkulasi darah kurang lancar, kaki mudah kesemutan, pegal, dingin, bahkan luka yang sulit sembuh.
Gerakan jinjit membantu memperlancar aliran darah tersebut.

Ketika Jinjit Menjadi “Obat”
Yang menarik, tumit dan otot betis ternyata memiliki peran penting dalam membantu mengendalikan gula darah. Saat seseorang jinjit, otot betis akan berkontraksi berulang kali.

Kontraksi inilah yang membantu otot menggunakan glukosa sebagai energi. Semakin otot bergerak, semakin banyak gula darah yang dipakai tubuh. Karena itu, aktivitas sederhana seperti jinjit dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan.

Jinjit adalah gerakan sederhana yang bisa dikerjakan oleh siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Kelebihan latihan jinjit adalah tidak perlu alat, tidak perlu biaya, bisa dilakukan sambil menonton TV, cocok untuk lansia, dan relatif aman untuk pemula. Bahkan bagi orang yang berat badannya berlebih dan sulit jogging, jinjit bisa menjadi langkah awal yang ringan.

Tidak perlu langsung jinjit 15 menit. Anda yang masih pemula bisa mulai 20–30 kali jinjit per sesi. Setiap kali, tahan 1–2 menit atau semampunya dulu. Bila belum bisa mengatur keseimbangan, lakukan sambil berpegangan kursi atau tembok.

Jika sudah terbiasa, Anda boleh melakukan Latihan jinjit 5–15 menit per sesi, atau total sekitar 100–200 kali. Itu pun bisa dibagi beberapa set. Menyesuaikan waktu saja. Namun waktu terbaiknya adalah sekitar 15–30 menit setelah makan, saat gula darah sedang naik.

Banyak orang mencari solusi mahal untuk kesehatan, padahal tubuh sering membaik lewat kebiasaan sederhana yang dilakukan konsisten. Jinjit mungkin terlihat sepele. Namun di balik gerakan kecil itu, otot kita bekerja, gula di dalam darah dikonversi menjadi energi, darah dipompa, sendi bergerak, dan tubuh menjadi lebih aktif.

Mungkin selama ini kita terlalu sering mengeluh karena harus bergerak. Padahal kemampuan berdiri, berjalan, dan jinjit saja sebenarnya sudah merupakan nikmat yang luar biasa besar.

Jadi, kalau hari ini Anda masih bisa berdiri dan mengangkat tumit berkali-kali, bersyukurlah. Bisa jadi, gerakan kecil itulah yang menyelamatkan gula darah Anda.(jto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *