Oleh: JOKO INTARTO
Diabetesi
SAFFRON, bumbu masak termahal di dunia asal Iran itu ternyata memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Rahasia saffron kini telah diketahui, melalui serangkaian penelitian ilmiah oleh para ahli kedokteran dan gizi.
Saffron berasal dari bunga Crocus Sativus, tanaman yang tekah dibudidayakan lebih dari 3.000 tahun lalu di wilayah Persia kuno, yang kini menjadi bagian dari Iran.
Sejak zaman kuno, saffron telah digunakan oleh bangsa Persia, Mesir, Yunani, Romawi, hingga India sebagai bumbu masakan mewah, pewarna alami, bahan parfum, ramuan kesehatan tradisional dan obat herbal untuk berbagai keluhan.
Satu kilogram saffron membutuhkan sekitar 150.000 hingga 200.000 kuntum bunga yang dipanen secara manual. Hal ini menyebabkan saffron berharga sangat mahal. Bahkan, saffron dijuluki sebagai bumbu termahal di dunia.
Dalam suaru pameran produk halal di Jakarta tahun 2025, saya membeli sebotol saffron dengan berat bersih 1 gram seharga Rp100 ribu. Berarti harga 1 kilogram saffron bisa mendekati Rp100 juta!
Setelah ribuan tahun digunakan secara turun-temurun, berbagai manfaat saffron mulai diuji melalui penelitian ilmiah modern. Hasilnya menunjukkan bahwa para tabib kuno mungkin tidak sepenuhnya salah.
Di balik helai-helai merah kecil yang harganya mahal itu, tersimpan senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung kesehatan manusia, termasuk membantu diabetesi mengelola gula darah dengan lebih baik.
Berdasarkan penelitian tersebut, saffron sangat bermanfaat bagi diabetesi dalam rangka mengendalikan gula darahnya secara alami alias tanpa obat diabetes maupun suntik insulin.
Tentu saja, bukan berarti saffron dapat menggantikan obat yang diresepkan dokter. Namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa saffron berpotensi menjadi pendamping pola hidup sehat yang membantu memperbaiki kesehatan metabolik, termasuk pada penderita diabetes.
Selama ini saffron lebih dikenal sebagai pemberi warna kuning keemasan dan aroma khas pada makanan. Padahal penelitian modern menunjukkan bahwa saffron memiliki berbagai manfaat Kesehatan, antara lain:
Membantu Mengurangi Perlemakan Hati
Perlemakan hati atau fatty liver kini menjadi masalah kesehatan yang semakin banyak ditemukan, terutama pada penderita diabetes tipe 2 dan obesitas. Penelitian menunjukkan bahwa saffron dapat membantu mengaktifkan enzim yang dikenal sebagai AMPK (AMP-Activated Protein Kinase).
Enzim ini berperan sebagai “sakelar metabolisme” yang mendorong tubuh membakar lemak yang tersimpan, termasuk lemak yang menumpuk di hati. Ketika fungsi AMPK meningkat, hati menjadi lebih efisien dalam memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi dibandingkan menyimpannya terus-menerus. Karena itu, saffron berpotensi membantu mengurangi risiko perlemakan hati yang sering menjadi “saudara kembar” diabetes.
Membantu Menurunkan Stres
Banyak orang tidak menyadari bahwa stres kronis dapat mempersulit pengendalian gula darah. Ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan, tubuh menghasilkan hormon kortisol dalam jumlah tinggi. Hormon ini dapat meningkatkan kadar gula darah, memperbesar nafsu makan, mengganggu tidur, dan mendorong penumpukan lemak di perut.
Saffron diketahui memiliki efek menenangkan pada sistem pengatur stres tubuh yang disebut sumbu HPA (Hypothalamic-Pituitary-Adrenal Axis). Dengan kadar kortisol yang lebih terkendali, seseorang berpotensi memperoleh manfaat berupa tidur lebih nyenyak, pikiran lebih tenang, nafsu makan lebih stabil dan pengendalian gula darah yang lebih baik.
Membantu Mengurangi Keinginan Ngemil Berlebihan
Salah satu tantangan terbesar bagi diabetesi adalah mengendalikan kebiasaan ngemil, terutama saat sedang stres, bosan, atau cemas. Saffron diketahui dapat meningkatkan kadar serotonin, yaitu neurotransmiter yang berperan dalam menciptakan perasaan nyaman dan puas.
Dalam beberapa penelitian, peserta yang mengonsumsi saffron melaporkan berkurangnya keinginan untuk mengemil di antara waktu makan. Fenomena yang dikenal sebagai stress eating atau makan karena tekanan emosional juga cenderung menurun.
Bagi diabetesi, manfaat ini sangat penting karena konsumsi camilan berlebihan sering menjadi penyebab melonjaknya gula darah.
Membantu Melindungi Kesehatan Mata
Komplikasi diabetes yang paling ditakuti adalah kerusakan mata akibat kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang. Saffron mengandung senyawa antioksidan kuat seperti crocin, crocetin, safranal, dan picrocrocin yang membantu melindungi jaringan mata dari kerusakan akibat radikal bebas.
Beberapa penelitian pada gangguan makula menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi saffron mengalami perbaikan fungsi penglihatan dibandingkan kelompok plasebo. Walaupun bukan pengobatan utama, temuan ini menunjukkan bahwa saffron berpotensi mendukung kesehatan mata, terutama pada kelompok yang berisiko mengalami gangguan penglihatan.
Berpotensi Membantu Mengurangi Gejala Depresi
Hidup dengan diabetes bukan hanya tantangan fisik, tetapi juga tantangan psikologis. Tidak sedikit diabetesi yang mengalami kecemasan, stres, bahkan depresi akibat harus mengelola penyakitnya sepanjang hidup. Menariknya, saffron diketahui bekerja dengan mekanisme yang mirip dengan beberapa obat antidepresan modern, yaitu membantu meningkatkan ketersediaan serotonin di otak.
Beberapa penelitian menemukan bahwa efektivitas saffron dalam mengurangi gejala depresi ringan hingga sedang dapat mendekati kelompok obat antidepresan tertentu, dengan efek samping yang relatif lebih ringan. Tentu saja ini bukan berarti saffron dapat menggantikan terapi medis untuk depresi. Namun hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa saffron memiliki potensi yang menarik dalam mendukung kesehatan mental.
Membantu Menurunkan Gula Darah
Inilah manfaat yang paling menarik perhatian para diabetesi. Penelitian menunjukkan bahwa saffron dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Ketika sensitivitas insulin membaik, sel-sel tubuh menjadi lebih efektif dalam menyerap glukosa dari darah sehingga kadar gula darah tidak mudah melonjak.
Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah puasa setelah konsumsi saffron secara teratur dalam jangka waktu tertentu. Karena itu, saffron mulai banyak diteliti sebagai salah satu bahan alami yang berpotensi mendukung pengelolaan diabetes tipe 2.
Bagaimana Cara Mengonsumsi Saffron?
Saffron umumnya digunakan dalam jumlah sangat kecil. Cara yang sederhana untuk mengonsumsi saffron antara lain:
Rendam beberapa helai saffron dalam air hangat.
Bisa juga direndam dalam susu hangat.
Tambahkan ke nasi, telur, teh, atau masakan lainnya.
Meski banyak khasiatnya, saffron bukanlah obat Ajaib bagi diabetes. Pengendalian diabetes yang efektif tetap memerlukan pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, tidur yang cukup, pengelolaan stres, serta kepatuhan terhadap terapi yang direkomendasikan dokter.(jto)






