Beban Dapur Ibu Rumah Tangga Masih Berat, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp 91.650 dan Telur Rp 29.500

pedagang sayur

RISKS.ID – Beban pengeluaran dapur bagi para ibu rumah tangga tampaknya masih belum mereda seiring dengan masih tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran.

Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dikelola Bank Indonesia pada Senin, 29 Juni 2026 pagi, harga beberapa komoditas pangan utama tingkat eceran nasional terpantau masih melonjak tinggi, dipimpin oleh cabai rawit merah yang mencapai Rp91.650 per kilogram dan telur ayam ras di angka Rp29.500 per kilogram.

Bacaan Lainnya

Tingginya harga bumbu dapur utama menjadi faktor utama yang membuat anggaran belanja harian membengkak. Data PIHPS yang dilansir di Jakarta pada pukul 09.00 WIB menunjukkan bahwa harga bawang merah eceran secara nasional saat ini menyentuh harga Rp57.500 per kilogram, sementara bawang putih dijual dengan harga Rp40.650 per kilogram.

Kondisi ini diperberat oleh variasi harga eceran beras yang juga masih berada di level tinggi tergantung pada kelas kualitasnya. Untuk beras kualitas bawah I berada di harga Rp16.500 per kilogram dan beras kualitas bawah II seharga Rp16.100 per kilogram.

Sementara itu, beras kualitas medium I dipatok Rp17.150 per kilogram, disusul beras kualitas medium II dengan harga Rp17.900 per kilogram. Di kelas tertinggi, beras kualitas super I dipasarkan di harga Rp17.900 per kilogram, sedangkan beras kualitas super II tercatat sebesar Rp17.350 per kilogram.

Ibu rumah tangga juga harus memutar otak karena kelompok cabai lainnya masih belum bersahabat dengan kantong. PIHPS mencatat harga cabai merah besar kini mencapai Rp74.150 per kilogram, diikuti cabai merah keriting seharga Rp71.250 per kilogram, dan cabai rawit hijau yang menyentuh angka Rp80.400 per kilogram.

Kebutuhan protein dan lauk pauk pun ikut menyumbang beratnya beban dapur. Harga daging ayam ras segar saat ini dipatok di angka Rp44.500 per kilogram. Untuk komoditas daging sapi, kualitas I berada di harga Rp155.850 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II dijual dengan harga Rp133.350 per kilogram.

Untuk komoditas pelengkap seperti pemanis, gula pasir kualitas premium kini tercatat berada di harga Rp19.600 per kilogram, sedikit berada di bawah gula pasir lokal yang dipasarkan seharga Rp20.000 per kilogram.

Terakhir, komoditas minyak goreng yang menjadi kebutuhan wajib harian juga masih memerlukan anggaran cukup besar. Untuk jenis curah berada di harga Rp21.000 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I dijual dengan harga Rp24.150 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II dibanderol seharga Rp23.150 per liter di pasaran.

Pergerakan harga-harga ini secara kumulatif menegaskan bahwa tekanan inflasi pangan di tingkat eceran masih menjadi tantangan nyata bagi manajemen keuangan keluarga saat ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *