Targetkan Swasembada Gula Dua Tahun, Mentan Amran Sulaiman Siap Tancap Gas Genjot Peremajaan Tebu Nasional

mentan amran sulaiman bersama presiden
Mentan Amran Sulaiman bersama Presiden Prabowo Subianto menyaksikan panen tebu. Foto: Humas Kementan

RISKS.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan siap mempercepat program peremajaan tebu nasional guna mewujudkan target swasembada gula dalam waktu dua tahun. Langkah ini diambil guna memenuhi instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Kami siap menjalankan arahan Bapak Presiden. Seluruh jajaran Kementerian Pertanian akan bekerja maksimal bersama pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, dan petani agar target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan,” kata Mentan dalam keterangan yang terkonfirmasi di Jakarta, Minggu, 19 Juli 2026.

Bacaan Lainnya

Dia menyampaikan peremajaan tebu dilakukan melalui modernisasi budi daya, peningkatan produktivitas, penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, serta penguatan kemitraan dengan petani dan industri gula. Menurutnya, percepatan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi gula nasional, mengurangi ketergantungan impor, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu.

Mentan menegaskan Kementerian Pertanian akan terus mengawal percepatan program peremajaan tebu sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada gula, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani tebu di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada gula dalam dua tahun. Target ini terbilang jauh lebih cepat dari proyeksi awal selama empat tahun dan menjadi bagian dari percepatan agenda pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.

Target tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Panen Raya dalam Rangka TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 17 Juli 2026. Presiden mengungkapkan Mentan Andi Amran Sulaiman sebelumnya melaporkan program peremajaan tebu seluas 100 ribu hektare per tahun yang diproyeksikan mampu mewujudkan swasembada gula dalam empat tahun. Namun, setelah berdiskusi, Mentan menyatakan target tersebut dapat dipercepat menjadi dua tahun.

Mendengar komitmen tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi kepada Mentan di hadapan ribuan peserta yang hadir dalam acara tersebut.

“Tadi, Menteri Pertanian melaporkan kepada saya program kita sekarang adalah 100 ribu hektare per tahun. Dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tapi, setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, ‘Pak, kita bisa dalam dua tahun’,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden kemudian menyampaikan pesan khusus kepada Mentan yang langsung disambut tepuk tangan para peserta.

“Saya bilang bagus, tapi jangan masuk rumah sakit Menteri Pertanian. Janji, dua tahun tapi You tidak masuk rumah sakit. Negara dan bangsa masih butuh kau,” kata Presiden.

Presiden menegaskan percepatan swasembada gula merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat kemandirian bangsa. Setelah berhasil mencapai target swasembada pangan, pemerintah kini terus bergerak menuju swasembada energi dan memperkuat ketahanan air.

“Target kita swasembada pangan sudah kita capai. Sekarang swasembada energi kita sedang menuju. Swasembada air sedang kita rintis, sehingga semua rakyat kita punya akses kepada air bersih dan air untuk tanaman,” ujarnya.

Presiden juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pemerintah, TNI, Polri, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga para petani yang terus bekerja mengawal berbagai program strategis nasional.

“Saya bangga melihat kerja keras semua unsur. Menteri-menteri, Panglima TNI, Kapolri, semua bekerja dengan gesit, tidak mengenal istirahat. Bahkan, banyak pejabat tinggi negara yang ambruk masuk rumah sakit karena bekerja keras,” kata Presiden.

Menurut Presiden, kerja keras tersebut dilakukan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri.

“Kita mengejar sasaran karena rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan kaya seperti Indonesia. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri. Tidak ada bangsa lain yang akan membangun Indonesia selain kita sendiri,” tegas Kepala Negara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *