RISKS.ID – PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang kuat sepanjang Semester I 2026. Peningkatan harga amoniak di pasar global menjadi salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan pendapatan dan laba perusahaan.
Perseroan mencatat pendapatan sebesar USD186 juta atau naik 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara EBITDA meningkat menjadi USD73 juta, sedangkan laba bersih melonjak menjadi USD30 juta.
Kinerja positif tersebut ditopang oleh segmen amoniak yang mencatat kenaikan harga jual rata-rata hingga 70 persen menjadi USD531 per metrik ton. Kondisi itu mampu mengimbangi penurunan volume produksi akibat pemeliharaan pabrik yang telah dijadwalkan.
Pendapatan dari bisnis amoniak pun mencapai USD166 juta atau tumbuh 43 persen secara tahunan. Di sisi lain, bisnis LPG tetap mencatat operasional yang stabil dengan pendapatan USD20 juta, didukung kenaikan harga jual menjadi USD639 per metrik ton.
ESSA juga berhasil menyelesaikan turnaround maintenance pabrik amoniak pada 8 Juni 2026 hanya dalam 34 hari, lebih cepat dari target awal selama 35 hingga 38 hari.
Presiden Direktur dan CEO ESSA, Kanishk Laroya, mengatakan percepatan tersebut menjadi hasil dari perencanaan matang dan kolaborasi seluruh tim selama proses pemeliharaan.
“Keberhasilan penyelesaian kegiatan pemeliharaan terjadwal serta pencapaian Zero Lost Time Injury mencerminkan komitmen kami terhadap keselamatan sekaligus keandalan operasional,” ujar Kanishk Laroya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut akan memperkuat produktivitas dan efisiensi pabrik sehingga ESSA semakin siap memanfaatkan peluang pasar amoniak global di masa mendatang.






