RISKS.ID – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I-2026. Emiten pertambangan batubara milik BUMN ini berhasil mengantongi pendapatan usaha mencapai Rp22,03 triliun hingga akhir Juni 2026. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 8 persen secara tahunan (year on year) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Strategi penjualan yang adaptif serta lonjakan harga batubara global menjadi penopang utama capaian positif perseroan. Kenaikan pendapatan ini terjadi meski volume penjualan batubara mengalami penurunan tipis sebesar 2 persen secara tahunan. Penguatan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 10 persen berhasil menutup celah koreksi volume penjualan tersebut.
Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan menjelaskan bahwa perbaikan operasional dan penjualan mulai menunjukkan tren akselerasi yang signifikan pada kuartal II-2026. Produksi batubara pada triwulan kedua melompat hingga 94 persen secara kuartalan.
“Memasuki periode dengan kondisi operasional yang lebih kondusif, Perseroan berhasil mendorong pemulihan kinerja produksi sekaligus memperkuat kinerja penjualan ekspor, baik secara kuartalan maupun tahunan,” ujar Bambang dalam keterbukaan informasi.
Memasuki pertengahan tahun, perseroan memanfaatkan kenaikan Indeks Newcastle sebesar 25 persen dan ICI-3 sebesar 15 persen untuk memperluas pasar luar negeri. Penjualan ekspor menyumbang porsi 49 persen dari total volume penjualan, dengan negara tujuan utama meliputi Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand. Sementara itu, pemenuhan kebutuhan energi domestik tetap menjadi porsi terbesar dengan porsi 51 persen.
Torehan pendapatan ini mengerek laba bersih perseroan menjadi Rp2,65 triliun, dengan pencapaian EBITDA sebesar Rp4,27 triliun. Perseroan juga membukukan peningkatan signifikan pada arus kas bersih dari aktivitas operasi yang naik 108 persen menjadi Rp4,63 triliun. Peningkatan arus kas ini menjadi modal kuat bagi PTBA untuk melanjutkan alokasi belanja modal (capex) pengembangan proyek infrastruktur Tanjung Enim-Kramasan.
Manajemen menegaskan optimismenya dalam menjaga efisiensi operasional guna menghadapi dinamika pasar komoditas global. Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno menyatakan bahwa keberhasilan merespons tren harga global menjadi landasan perseroan untuk mencapai target tahunan.
“Dengan disiplin operasional dan pengelolaan bisnis yang prudent, Perseroan optimistis dapat menjaga kinerja yang sehat dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Eko.






