RISKS.ID – Federal Express Corporation (FedEx) resmi menggelar program FedEx Export Challenge di Indonesia untuk mendorong penetrasi pasar internasional bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini diambil guna menjembatani tingginya potensi produk lokal dengan rendahnya kontribusi ekspor nasional.
Data Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KemenUMKM) mencatat sektor ini menyumbang 60,5 persen terhadap PDB serta menyerap 97 persen tenaga kerja domestik. Namun dari sekitar 57 juta unit usaha yang beroperasi, porsi kontribusi terhadap total nilai ekspor nasional baru mencapai 15,7 persen. Kesenjangan ini menandakan masih banyak produk lokal berkualitas yang belum merambah pasar global.
Vice President Operations FedEx Southeast Asia, Bianca Wong, menegaskan bahwa hambatan utama pelaku usaha domestik bukanlah masalah kualitas produk.
“UMKM Indonesia menghasilkan produk-produk berkelas dunia, mulai dari makanan dan minuman hingga fesyen dan kerajinan tangan. Namun, masih terlalu sedikit yang berhasil menjangkau pembeli internasional,” kata Bianca, dalam keterangan resminya.
Ia menjelaskan bahwa keterbatasan akses sumber daya serta ketiadaan mitra strategis menjadi alasan utama pelaku usaha kesulitan melakukan ekspansi internasional. “Kesenjangan ini bukan disebabkan oleh kurangnya ambisi atau kualitas, melainkan sering kali karena keterbatasan akses terhadap sumber daya dan mitra yang dibutuhkan untuk mengambil langkah berikutnya,” tambahnya.
Menggandeng BD Ekspor, program gratis ini membuka pendaftaran sejak 1 September hingga 18 September 2026. Founder BD Ekspor, Nicholas Dennis, menilai pelaku bisnis memerlukan panduan konkret agar mampu bertransformasi menjadi eksportir andal.
“Indonesia tidak kekurangan produk-produk unggulan. Hal yang belum dimiliki banyak pelaku usaha adalah peta jalan yang jelas serta mitra yang tepat untuk membantu mereka menembus pasar lintas negara,” papar Nicholas.
Rangkaian acara diawali dengan bootcamp daring yang membekali peserta materi logistik, regulasi kepabeanan, hingga strategi penetrasi pasar global. Para finalis akan mempresentasikan proposal bisnis pada Grand Final Oktober 2026, diikuti pengumuman pemenang di ajang Indonesia Exporters Conference (IEC) 2026 pada November mendatang. Tiga pemenang utama berhak mengantongi dukungan dana, kredit pengiriman FedEx, serta fasilitas pendampingan bisnis eksklusif.






