RISKS.ID – Perubahan standar perdagangan global mendorong perusahaan memperkuat kepatuhan terhadap berbagai regulasi internasional. Kondisi tersebut membuat industri sertifikasi diproyeksikan memiliki prospek pertumbuhan yang semakin besar dalam beberapa tahun mendatang.
Investor sekaligus pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, meningkatnya tuntutan terhadap standar keberlanjutan, keamanan pangan, sertifikasi halal, hingga tata kelola perusahaan menciptakan peluang baru bagi penyedia layanan sertifikasi, inspeksi, pengujian, dan verifikasi.
“Semakin tinggi standar yang diterapkan di berbagai negara, semakin besar pula kebutuhan terhadap lembaga yang dapat memberikan kepastian dan kepercayaan kepada pasar,” ujar Sandiaga dalam keterangan tertulisnya.
Di Indonesia, permintaan layanan sertifikasi terus bertambah seiring pertumbuhan ekspor dan penerapan standar global di berbagai sektor. Industri pangan, manufaktur, energi, hingga perusahaan yang mengadopsi prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) mulai memperluas penggunaan layanan tersebut.
Menurut Sandiaga, peluang itu dapat dimanfaatkan perusahaan nasional yang memiliki rekam jejak kuat. Salah satunya PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU), yang dinilai memiliki pengalaman panjang dalam menyediakan layanan assurance. Beragam layanan telah dikembangkan perusahaan, mulai dari sertifikasi halal, keamanan pangan, sertifikasi keberlanjutan, hingga dukungan terhadap pasar karbon.
“Perusahaan yang mampu memenuhi standar internasional akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Karena itu, lembaga sertifikasi dan assurance akan memegang peranan yang semakin penting dalam mendukung pertumbuhan industri nasional,” ujarnya.






