RISKS.ID – SKK Migas mendorong kontraktor hulu migas mempercepat pekerjaan pada paruh kedua 2026. Langkah ini diperlukan setelah realisasi lifting minyak dan penyaluran gas hingga Juli masih berada di bawah target pemerintah.
Tahun ini, pemerintah menetapkan sasaran lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari (BOPD). Adapun target penyaluran gas mencapai 5.508 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Kondisi tersebut membuat ruang perbaikan kinerja semakin terbatas. SKK Migas meminta seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) memaksimalkan program yang telah masuk dalam Work Program and Budget (WP&B).
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menilai pencapaian target membutuhkan kerja bersama seluruh pelaku industri.
“Perjuangan kita hari ini adalah menjaga ketahanan energi dan mencapai target lifting 610 ribu BOPD,” ujar Djoko dalam sambutan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Sejumlah gangguan operasional menjadi perhatian SKK Migas. Persoalan infrastruktur penyaluran, kelistrikan, kebocoran pipa, penurunan produksi lapangan, hingga unplanned shutdown turut memengaruhi kinerja produksi.
Karena itu, evaluasi tidak hanya diarahkan pada hasil produksi. SKK Migas meminta KKKS meninjau strategi pengeboran, kondisi bawah permukaan, kesiapan fasilitas, serta efektivitas pelaksanaan pekerjaan.
Pengelolaan planned shutdown juga akan diperketat agar penghentian fasilitas produksi tidak berlangsung lebih lama dari kebutuhan. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan potensi kehilangan produksi.
Djoko menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antarpelaku usaha. Menurutnya, setiap pekerjaan harus dikawal hingga selesai tanpa terhambat batas fungsi maupun organisasi.
“Bagi industri hulu migas, pekerjaan yang kita lakukan bukan sekadar memenuhi target organisasi, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” katanya.
Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, percepatan pengeboran, optimalisasi fasilitas, dan pengurangan downtime menjadi sejumlah faktor penting untuk mengejar target. SKK Migas berharap langkah tersebut dapat memperkuat pasokan energi sekaligus menjaga kontribusi sektor migas terhadap perekonomian nasional.






